Sabila, Cinta Manis Tuan Muda

Sabila, Cinta Manis Tuan Muda
bab61 Pria Gempal Bikin Kesal


__ADS_3

°°°


Braaaakkkk


Alex mengedarkan pandangan nya mencari sang tunangan. Ia masuk tapi tak menemukan Shila di ruang tamu kamar hotel itu. Lalu matanya tertuju pada sebuah pintu kamar yang ada di ruangan itu.


Tidak menunggu lama, Alex langsung saja mendobrak pintu itu.


Braaaakkkk


Seketika bola matanya memanas melihat tunangannya berada di bawah kungkungan pria yang berbadan gempal.


"Lepaskan breengsekk!!!" Teriak Shilla, ia terus berusaha memberontak.


"Hahaha... Kau sudah tidak bisa kemana-mana lagi, tidak ada yang akan menolong mu." Ujar pria gempal itu sambil tersenyum miring.


Shila sudah berusaha sekuat tenaga melawan tapi ia sudah lemah kehabisan tenaga, pria itu juga mengunci kedua tangannya. Ia sudah pasrah menyesal pun sudah terlambat, air matanya mengalir deras.


"Aku mohon lepaskan aku hiks, hiks...." Pintanya sebagai usaha terakhir nya.


"Hahaha... Lepaskan katamu. Kamu itu jangan sok suci, wanita sepertimu sudah biasa melakukan ini jika ingin cepat naik keatas." Pria itu tertawa puas, sebentar lagi ia akan menikmati kemolekan tubuh gadis yang akan menjadi model barunya. Ia memang biasa menjadikan model-model perusahaannya sebagai pemuas n*f*s*u, dengan iming-iming keterangan.


Shila memejamkan matanya, kini ia hanya bisa berdoa agar Tuhan menolongnya.


Pria gempal itu mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir ranum yang sejak tadi amat menggoda, tak peduli air mata Shila.


Bugggg!!!!


"Breng-seeekkk kau hah!!!!"


Bugg, bugg, bugg!!!


Alex melampiaskan kemarahannya pada pria itu. Terus memukulkan kepalan tangannya pada wajah jelek pria hidung belang itu. Kini si pria gempal sudah terkapar di lantai, Alex terus melayangkan pukulannya.


"Tangan ini yang tadi berani menyentuh wanita ku." Krek... Alex mematahkan tangan pria itu tanpa ragu.

__ADS_1


"Kau...kau.. si.. siapa?" Tanya pria itu di sela-sela kesakitan nya.


"Kau berani menyentuh ku, awaass kau!!" Ujar pria gempal itu lagi, ia berusaha berdiri dan meraih ponselnya di atas nakas.


Alex tak menghiraukan ucapan pria itu, ia segera menghampiri Shila yang sedang duduk di pinggir ranjang dengan menundukkan kepalanya sembari memeluk kakinya yang ditekuk. Seluruh tubuhnya bergetar terisak-isak.


Alex mendekat, menyentuh pelan kelapa Shila. Gadis itu pun mengangkat kepalanya, wajahnya sudah berlinangan air mata, kemudian ia menghambur ke pelukan Alex.


Hati Alex bagai teriris melihat keadaan Shila, beruntungnya dirinya datang tepat waktu sehingga pria gempal itu tak berhasil menodai kekasihnya.


Sedangkan pria gempal itu sudah kalang kabut karena anak buahnya tak kunjung datang membantunya.


"Apa anda mencari ini tuan," ujar lelaki yang baru datang, lalu melemparkan anak buah yang sudah babak belur itu ke hadapan pria itu.


"Siapa kalian? Berani membuat onar di wilayahku!" Umpat pria gempal yang tak memakai atasan itu, sehingga nampak perutnya yang besar.


"Sebaiknya anda bersiap, sebentar lagi akan ada banyak panggilan di handphone anda. Dan istri anda juga sudah mengetahui kelakuan anda selama ini sebagai produser hidung belang para model dan artis terkenal." Ujar lelaki yang tadi membawa anak buah produser itu.


Seketika si produser itu langsung ketakutan, ia tak tau sedang berhadapan dengan siapa.


"Anda sedang berhadapan dengan CEO Adiguna. Jika anda tidak terima silahkan mencari tuan muda saya." Jawab Toni.


Pria itu bersimpuh di lantai, perusahaan nya terancam bangkrut.


Alex segera membuka jasnya untuk menutupi tubuh Shila yang bajunya sudah sobek akibat perbuatan pruduser cabul itu. Sedang Shila masih saja menangis.


"Maaf..." ujar Shila lirih.


Lalu ia menggenggam tangan Alex.


"Maaf karena tak mendengarkanmu." Ujarnya lagi.


Alex tak menjawab, ia mengusap air mata di pipi Shila dengan lembut, lalu merapikan rambutnya yang berantakan.


"Apa kau marah?" Tanya Shila.

__ADS_1


Ditatapnya mata Shila lalu Alex tersenyum, kemudian mendekatkan wajahnya.


Cup


Alex mencium bibir Shila dan memberikan sedikit lumaataann lembut.


"Aku tidak marah. Kita pergi sekarang." Tanpa aba-aba ia membopong tubuh lemah Shila.


"Terimakasih Ton." Ujarnya saat melewati assisten Toni.


"Sudah tugas saya tuan," jawab Toni seraya membungkukkan badannya.


Alex sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Andra, yang selalu bisa di andalkan bahkan tanpa ia meminta.


Lalu Alex pun pergi dengan membawa Shila.


,,,


Di tempat lain Andra yang mendengar semua sesuai rencana nya pun senang. Bukannya ia tega membiarkan wajah sahabatnya itu penuh luka, tapi ia juga yakin Alex juga tak butuh bantuan nya kalau hanya melawan beberapa berandal. Dan sekaligus membuat temannya itu sedikit lelah, kalau tidak pastilah ia bisa membunuh pria yang berencana menodai tunangannya.


Ya Andra akan bertindak sesuai porsinya.


Andra pun pulang dari kantornya, setelah seharian ini banyak yang diurus. Ia memutuskan pulang ke apartemen yang jaraknya tak terlalu jauh dari kantor. Ia terlalu lelah jika harus pulang menyetir sendiri ke rumah utama, karena assisten Toni belum selesai dengan tugasnya.


Untung saja jalanan tak terlalu macet jadi Andra tidak terlalu lama di perjalanan.


Ia memarkirkan mobilnya di basemen apartemen, lalu segera turun.


Andra merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu apartemen nya, rasanya sudah lama ia tak kesana. Tapi tempat itu tetap bersih dan nyaman karena ada orang yang bertugas membersihkan setiap minggunya.


Menatap langit-langit apartemen nya, memikirkan banyak hal. Ia merindukan Mommy yang belum juga pulih. Biasanya ia akan menyusul sebulan sekali bila tak banyak pekerjaan. Namun sudah beberapa bulan ini ia tak bisa meninggalkan perusahaan.


°°°


Xiexie

__ADS_1


__ADS_2