
°°°
Galery ponsel keluaran terbaru itu kini dipenuhi foto gadis cantik dengan segala pose. Andra suka sekali meminta gadisnya mengirimkan foto, ada yang belum mandi, bangun tidur, memasak, membantu di toko dan masih banyak lagi.
Kadang juga Andra meminta foto tidak tau tempat, saat Sabil sedang di dalam kamar mandi misalnya. Lelaki itu terus saja menelpon dan mengirim pesan, bunyi ponselnya pun membuat Sabil geram. Gadis itu sudah tak habis pikir dengan kelakuan calon suaminya yang di luar nalar.
Tanpa rasa berdosa Andra senyum-senyum sendiri memandangi berbagai ekspresi lucu gadis manisnya. Bukannya membuat ilfil tapi justru membuat lelaki itu semakin gemas.
"Aku akan segera menghalalkan mu Sabilaku."
Ujarnya pada sebuah foto di ponselnya.
,,,
Di tempat lain.
"Iya kak... Aku tau. Aku sudah makan tadi, Kak Andra juga jangan lupa makan... Iya iya kak... Daaahhh..." Sabil mematikan panggilan teleponnya begitu yang di seberang sana mengijinkannya.
"Siapa Bil? pasti tuan muda kan," Amel meledek lagi.
"Kak Amel tau sendiri kan. Hehehe..." Jawab Sabil.
"Kakak senang melihatmu bahagia. Aku harap tuan Andra bisa terus membuatmu tersenyum seperti ini."
"Kak... terimakasih," Sabil menghambur memeluk Amel.
"Terimakasih selama ini kak Amel sudah membantuku menemani ayah."
"Tidak usah sungkan sayang... Kalian sudah aku anggap seperti keluarga sendiri. Aku tidak bisa membayangkan nasibku dulu akan bagaimana bila tak bertemu ayah Mul."
"Tuhan sudah mengatur semuanya kak, ayah hanya pelantara saja. Sudah sepantasnya kak Amel dan adik kakak mendapatkan kehidupan yang lebih baik."
"Sudah sudah... aku tidak ingin merusak momen bahagia kamu dengan bersedih." Amel melepaskan pelukannya.
"Lihatlah, nanti tuan muda bisa marah melihat mu sembab begini," ujar Amel seraya mengusap air mata di pipi Sabil.
"Kakak kenapa meledekku terus..." Sekarang air mata itu tergantikan dengan pipi merona Sabil, membuat Amel terkekeh melihatnya.
"Peffttt... Kau lucu Sabil," ledek Amel lagi.
__ADS_1
"Apa kau tau kak hampir setiap jam sekali dia menelepon ku tapi aku sama sekali tak kesal atau terganggu, aku justru senang hehehe..."
Aku senang sekali melihatmu tersenyum seperti ini. Kekhawatiran ayah Mul kini sudah mulai berkurang karena kau sudah menemukan pria yang tulus menyayangi mu.
Amel mengusap lembut kepala Sabil.
"Kenapa aku sudah lama tak tak melihat tuan muda main kemari?" Tanya Amel.
"Entahlah kak, sepertinya ia sedang sangat sibuk akhir-akhir ini. Bahkan sampai tengah malam ia masih berada di kantor."
"Kenapa tidak kau yang kesana membawakan makan siang?" ujar Amel memberi saran.
"Tidak kak, aku tidak mau mengganggu."
Kalau aku kesana yang ada kak Andra malah berhenti melakukan pekerjaannya.
Pikir Sabil yang seakan sudah bisa menebak apa yang akan terjadi bila ia menyusul ke kantor lelaki itu.
"Kenapa, bukannya tuan muda akan senang kalau kau kesana?" tanya Amel dengan dahi yang berkerut.
Iya senang sih, taapiiiii....
"Hai... kenapa malah melamun?"
"Ya sudah, kakak ke depan dulu mengecek yang lain." Amel yang sudah sangat dipercaya pun kini pekerjaannya mengecek semua kebutuhan toko kue dan cafe termasuk kinerja para karyawan.
"Ok kak," Sabil mengangguk.
Sabil juga lebih banyak mengurus bisnis ayahnya sekarang ini. Ia sempat bertanya-tanya kenapa lamaran pekerjaannya di beberapa perusahaan tidak juga mendapat panggilan, tapi saat ini ia tak ambil pusing. Sabil juga merasa kasihan pada ayahnya bila ia bekerja di kantor, yang artinya waktunya akan banyak tersita untuk pekerjaan.
Lebih baik ia membantu sang ayah mengurus bisnis kecilnya dan bisa sewaktu-waktu menemaninya.
Apalagi kalau bukan perbuatan tuan muda Adiguna. Ia berubah pikiran ternyata.
Ia pikir membiarkan gadisnya memakai pakaian kantor dan dilihat banyak pria itu bukan ide yang bagus.
Padahal gampang bagi Sabil mendapat pekerjaan karena ia lulus dengan nilai yang sangat bagus.
Ting
__ADS_1
Satu pesan masuk ke ponsel Sabil dan ia pun segera membukanya.
^^^~Kak Andra^^^
^^^Sayang, sedang apa? Coba kirimkan foto kamu.^^^
Andra ternyata, lelaki ke dua setelah ayah yang selalu membuat hatinya menghangat dan merasa sangat disayangi.
Sabil pun menurut dan mulai mengarahkan kamera ponselnya ke wajahnya. Namun, kali ini ia sengaja memiringkan sedikit kepalanya sehingga tak seluruh wajahnya terlihat.
^^^~Kak Andra^^^
^^^Tidak kelihatan sayang... Kirimkan lagi yaaa... yang kelihatan semua dong...^^^
Peffttt... Sabil jadi gemas, ia pun segera membalas.
~Sabilaku
Tidak mau.
Sabil senyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana ekspresi calon suaminya saat ini.
^^^~Kak Andra^^^
^^^Kamu mulai nakal yaa... Awas kalau ketemu.^^^
~Sabilaku
Awas kenapa kak.
^^^~Kak Andra^^^
^^^Sabila, jangan membuat aku gemas yaaa, aku tidak bisa mencubit pipimu sekarang.^^^
Sabil pun tidak tega dan segera mengirimkan apa yang diminta Andra tadi.
°°°
Xiexie
__ADS_1
Terimakasih semua, tanpa dukungan kalian author tidak akan punya semangat buat up.😭
Big love buat kalian readers ku tersayang.