Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 100


__ADS_3

Senja, Radika, Rendra, Melinda dan Rio.


Semuanya berkumpul di ruang tamu di rumah Melinda dan Rio, keringat dingin keluar bercucuran dari area wajah Rio, rasa takut dan khawatir menyeruak di dalam dada Rio.


"ini sebenarnya ada apa?" Radika


"nanti juga kamu tahu"


plok plok


Dua kali Rendra menepuk tangan dan secepatnya dua orang datang membawa serta Angel bersama mereka. Rio sangat kaget dan matanya sontak melirik Melinda, Melinda menunduk.


"Angel? kamu dari mana aja sayang?" Radika langsung menghampiri Angel dan memeluknya, ke khawatirannya membuat dia lupa bahwa Senja juga keluarga yang lain ada di sana melihat dirinya.


Senja memejamkan matanya


"RADIKA" Melinda berteriak memanggil nama anak laki-lakinya dan setelah itu barulah dia sadar bahwa dirinya tengah berada di antara semua keluarganya termasuk Senja


"Ja aku bisa jelasin" Radika menggenggam tangan Senja, dan refleks Senja menariknya


"aku cukup tahu posisiku di hati mu" Senja


"enggak bukan gitu"

__ADS_1


"cukup sandiwara kamu Radika, aku tahu semuanya, aku tahu kamu tidak pernah mengakhiri hubungan kamu dengan Angel"


Radika akhirnya diam, antara kesal, malu dan tidak enak hati.


"ini surat cerai kita, aku sudah tanda tangan, mulai hari ini aku akan keluar dari apartemen itu" Senja menyerahkan secarik kertas kepada Radika.


"nggak Ja, aku nggak mau pisah sama kamu"


"lalu mau kamu apa ha? " Senja membentak Radika, hatinya benar-benar sakit sekali


"aku nggak mau pisah sama kamu"


"lalu Angel? kamu mau aku berbagi kamu dengannya? nggak akan, jika kamu mau kejar dia dan lepaskan aku, aku sudah cukup sadar dan bukan lagi sabar yang harus aku lakukan. Perasaan ini juga bisa lelah, aku selalu mencintaimu sejak dulu, tapi kamu apa? jangankan membalas nya bahkan kamu pun tidak pernah sadar bahwa aku mencintaimu "


"cukup sampai disini lu menyakiti dia, jika lu tidak mencintainya setidaknya biarkan dia bahagia dengan pilihannya sendiri"


"lu jangan ikut campur urusan rumah tangga gua bang"


"lu telat, gua udah terlanjur masuk terlalu dalam di rumah tangga kalian"


"sialan lu bang lepasin gua"


"enggak, urus dia" Rendra melempar adiknya ke arah Angel. Radika pun bingung melihat Angel dan melihat Senja yang semakin menghilang dari pandangannya

__ADS_1


"aaaah sial" Radika akhirnya meninggalkan ruangan ini juga, entah kemana tujuannya


"sekarang giliran kamu pah" Melinda duduk seraya melipat tangannya di dada


"aku? ada apa denganku mah?"


"cukup pah nggak usah di sembunyikan lagi, mama sudah tahu semuanya, sejak kapan papa berhubungan sama dia?"


"maksud mama apa?"


"cukup pah! papa mau kita berakhir seperti Senja dan Radika? papa nggak malu sama umur? sekarang ceritakan semuanya dari awal"


"mah dengarkan papa dulu"


"jelaskan sekarang atau aku akan melakukan hal yang sama dengan Senja?"


"ok mah ok"


Rio menceritakan semuanya kepada Melinda. Melinda berulangkali mengusap air matanya yang tanpa sadar mengalir dengan sendirinya. Perasaannya sangat sakit, pernikahan yang berjalan hampir seluruh hidupnya begitu saja bisa di khianati oleh sang suami.


"maafkan aku mah, aku benar-benar menyesal"


"jangan sentuh aku pah, tanganmu benar-benar kotor, nggak seharusnya kamu menyentuh ku"

__ADS_1


Melinda menangis sampai terasa dadanya sesak.


__ADS_2