Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
150


__ADS_3

Senja mencium aroma wangi panekuk mengganggu hidungnya, Senja perlahan membuka mata dan celingukan mencari sumber bau harum itu. Senja melihat ada panekuk di atas meja kamarnya, ada sandwich dan juga dua gelas susu dan juga jus mangga. Senja tersenyum karena telah paham siapa yang telah menyiapkan sarapan itu di kamarnya.


Senja mendengar ada yang sedang mandi di kamar mandi kamarnya.


pasti Radika (Senja)


Senja memakan panekuk itu, lelehan maple sirup di atasnya membuat rasa panekuk semakin lezat.


"udah duluan aja? mana belum mandi" Radika keluar dari kamar mandi dengan rambut basah sehabis keramas.


"nggak tahan sama aromanya" jawab Senja dengan mulut penuh makanan.


"sayang di sini masih ada kemeja sama jas aku nggak?"


"ada aku simpan di lemari sebelah"


"kenapa di situ?"


"gapapa kan jarang di pakai juga"


"di sebelah mana? nggak ada"


Senja akhirnya berdiri dan mencarikan pakaian kerja Radika. Dengan mudah Senja menemukan setelan jas dan celana juga kemeja dan dasi. Semuanya berada tepat di depan Radika tapi Radika malah tidak melihatnya.

__ADS_1


"kok bisa ada di situ? perasaan tadi aku nggak ada lihat semua pakaian itu di situ deh "


"semua laki-laki nggak akan ada yang bisa nyari sesuatu kalau ada istrinya"


"cie yang masih mengakui jadi istriku"


Senja salah tingkah dengan perkataan Radika, lantas Senja kembali duduk untuk menikmati panekuk yang sudah hampir separuh dia makan.


Radhika kemudian bersiap-siap menggunakan semua pakaiannya di dalam kamar mandi. setelah siap Radhika menyusul untuk duduk bersama senja menikmati sarapan yang sudah dirinya siapkan.


"enak? "Senja mengangguk antusias menjawab pertanyaan Radika perihal sarapan pagi yang telah dia siapkan sejak senja masih tertidur.


"kamu mau coba?" Senja menawarkan makanannya kepada Radika.


"iya sebentar aku habisin ini dulu, kamu beli di mana? "


"aku masak sendiri "


"yang bener? emang kamu bisa masak ini? sejak kapan?"


"Aku tinggal di apartemen sendiri ketika kamu pergi dari sana, lalu aku harus mengantarkan siapa untuk semua makananku titik Aku tidak suka makanan yang dijual online dan aku juga tidak punya cukup banyak waktu untuk diam di restoran sambil menunggu makanan dibuatkan. jadi aku memutuskan untuk mulai memasak sendiri"


"kok kamu bisa tahu resep-resep dan step-stepnya? "

__ADS_1


"sebagian aku lihat di internet dan kadang-kadang juga aku minta ajarin mama untuk masak makanan berat"


"tapi ini enak loh nggak kayak baru pertama bikin"


"beneran enak?"


"iya beneran"


"aku bisa kok tiap lagi bikinin kamu sarapan kayak gini, tapi dengan satu syarat "


"syarat? apa syaratnya?"


"aku harus melihatmu setiap pagi ketika aku bangun tidur" bukannya mengiyakan syarat dari Radika senja malah tersipu dan tersenyum mendengar hal itu.


"gimana? mau nggak tiap pagi aku bikinin sarapan yang berbeda-beda"


"mau"


"jadi kamu juga mau dong berada di sampingku setiap hari dan Ketika aku membuka mata, aku bisa melihatmu"


"iyaaa"


dan begitulah senja hanya dengan sedikit iming-iming makanan dia sudah mau menghabiskan sepanjang malam setiap hari bersama Radika.

__ADS_1


__ADS_2