
Senja dan Radika melihat Rio duduk terdiam menghadap ke arah jendela.
"papa gimana? udah baikan?" Senja membuka suaranya dan sontak membuat Rio sangat kaget. Terlihat pundak Rio sedikit terguncang saat mendengar suara Senja
"Senja?" Rio berdiri kemudian menoleh ke arah sumber suara
"papa gimana? udah baikan?" Senja mengulangi lagi pertanyaan yang sama
"u u udah nak, duduk duduk"
"papa kenapa? masih shock ya?" Radika memapah ayahnya yang sedikit gemetar
"gapapa nak gapapa"
"sayang kamu tolong ambilin papa minum dulu biar aku yang temenin papa"Senja
"eng eng enggak usah Radika nggak usah, kamu disini aja papa gapapa"
"papa harus banyak istirahat biar cepet pulih"
"benar kata Senja pah, mau Radika antar ke kamar?"
"iya nak boleh, antar papa ke kamar"
Rio sangat takut melihat Senja, bukan tanpa alasan, Senja adalah salah satu saksi bagaimana Rio mendapatkan luka di sekujur tubuhnya.
Radika memapah ayahnya ke kamar, tapi Senja tetap diam di tempat.
tidak pernah aku membayangkan bahwa papa yang sangat aku idolakan ternyata hanya seorang yang tega mengkhianati istrinya, kasihan mama (Senja)
__ADS_1
"sayang papa kamu mana?"
"eh itu mah papa ke kamar di anterin Radika"
"oh ya udah mama ke atas dulu ya kasihan papa sendirian nanti kalau Radika turun"
"iya mah"
Semua orang tahu bahwa Rio babak belur karena seseorang yang tidak di kenal menghajarnya. Ceritanya adalah seakan-akan Rio menyelamatkan seorang wanita di basemen yang sedang kecopetan tapi malah Rio yang di hajar.
huh sangat super Hiro
Semua orang bersimpati akan keadaan Rio yang babak belur di seluruh wajahnya. Radika bahkan hampir saja lapor polisi, tapi segera Rendra mencegahnya dan mengatakan bahwa akan menemukan orang itu.
"sayang" Radika duduk menemani Senja yang sudah lebih dulu duduk di sofa ruang tamu
"papa istirahat di temenin mama"
"mama sayang banget sama papa ya?"
"iya lah, mereka itu cinta sejati, aku mau kayak papa "
"kamu udah kayak papa kok, persis malah"
"beneran sayang?"
Senja mengangguk
sama-sama jahat, sama-sama mencintai wanita yang sama, sama-sama menghianati istri kalian, dan sama-sama pembohong (Senja)
__ADS_1
Setelah hampir setengah jam Melinda akhirnya turun menemui Senja dan Radika
"Abang mana mah?"
"Abang mu di apartemen dia Dik"
"tumben mah Abang betah di apartemen sendiri?"
"mama juga heran, kali aja dia merasa kesepian nggak ada kamu di rumah"
"iya kali mah, mangkanya mama cariin Abang jodoh biar Abang nggak kesepian"
"maunya mama juga begitu, tapi mama nggak mau ah jodo-jodoin biar Abang mu sendiri aja yang cari istri sesuai yang dia mau"
"mama inget sama teman kecil Abang yang waktu itu mama suka jodohin sama Abang? gimana kalau sama dia aja mah, mereka udah kenal lama"
"kenal lama nggak menjamin kita tahu semua sifat dia, dan belum tentu juga dia setia" Senja
Radika diam juga Melinda
"istri kamu benar, biarkan Abang mencari sendiri bagaimana tipe wanita yang dia suka"
"mama aku ke toilet bentar " Radika
Radika melesat cepat ke toilet yang ada di lantai bawah.
"sayang kamu ada masalah sama Radika?" Melinda menyentuh tangan Senja
"nggak ada mah" Senja menatap dalam ke mata Melinda. Senja benar-benar hancur hatinya melihat Melinda yang mentah-mentah telah di tipu oleh Rio.
__ADS_1