
POV Radika
Bukannya aku tak faham dengan ucapan Ayah sebelum beliau pergi kemarin. Senja, Bunda dan kantor. Aku dan Ayah sudah pernah membicarakan ini sebelumnya, tapi sungguh aku tak pernah menyangka Ayah akan benar-benar menganggap perkataan ku waktu itu bukan sebagai candaan.
Sekarang Ayah sudah pergi dan sebelum pergi pesan itu sempat keluar dari mulut Ayah, aku mendengarnya dan menyadarinya. Menikahi Senja? Ah sial apa benar aku harus melakukan itu?
Tidak-tidak aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak aku cintai. Sementara ini aku akan tetap diam dan tidak membahas mengenai pesan Ayah kepada siapapun.
......................
Hari ini Radika pergi ke kampus sendirian, Senja belum ingin keluar rumah. Tujuh hari setelah kepergian ayahnya senja telah terlewati, meskipun berat namun Radika dan keluarganya sangat setia menemani.
Rendra yang seharusnya kembali bertugas memutuskan untuk cuti lebih lama karena masih ingin menemani Senja dan Bunda.
"Abang hari ini nginep di rumah Senja lagi?" tanya sang mama
"iya mah"
"ya sudah pokoknya Senja dan bundanya jangan sampai merasa kesepian, kita harus membersamai mereka di saat-saat tersulit dalam hidup mereka" papa
"benar pah, mau bagaimanapun aku sayang dengan Senja pah apalagi mas Adit bukan orang jahat"
"iya mah Aditya adalah satu-satunya pengusaha yang bersih dari kasus hukum, itulah kenapa ketika Radika mau belajar dari Aditya aku sangat senang, walaupun Radika tidak mau mengikuti jejak ku dan abangnya aku tidak keberatan "
__ADS_1
"pah apa papa ingat pesan mas Adit waktu itu?"
"pesan apa?"
"Abang inget mah"
"Abang ingat kan?" Rendra mengangguk
"ituloh pah mas Adit pesan suruh Radika menjaga Senja, bundanya dan kantor"
"oh iya papa ingat, apa maksud Aditya ya mah?".
"iiih masa papa nggak ngeh sih?"
"bukankah kalau seperti itu mas Adit ingin Radika menikahi Senja dengan begitu Radika akan bisa menjaga Senja, bundanya dan juga kantornya "
"mama benar, tapi papa minta mama jangan dulu membahas ini dengan Cindy, takutnya mereka mengira kita menginginkan perusahaan Adit mah"
"iya pah mama ngerti"
Radika harus menikahi Senja? anak itu? tidak mungkin dia mau melakukan hal yang tidak dia inginkan (Rendra)
......................
__ADS_1
Angel sudah menunggu kedatangan Radika di parkiran, sudah hampir satu jam Angel berdiri mondar-mandir menunggu Radika namun yang di tunggu belum juga kelihatan.
sial ! kemana perginya Radika? kenapa belum kelihatan juga sampai jam segini? (Angel)
Tak lama kemudian masuklah mobil Radika ke area parkir kampus, membuat kekesalan Angel sedikit berkurang
"sayang...." Angel berlari ke arah Radika yang baru saja keluar dari mobilnya
"aku kangen...." rengek Angel sambil bergelayut di lengan Radika
"aku juga kangen kamu"
"oh iya happy birthday sayang...." Angel memberikan sebuah kotak berwarna hitam kepada Radika
"wow? for me?"
"of course sayang..." Radika membuka kotak hitam itu yang ternyata berisi sebuah jam tangan mewah yang kisaran harganya mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah
"ini jam mahal loh "
"apapun akan aku usahakan untuk kamu sayang"
dari mana Angel dapat uang untuk membeli barang mewah seperti ini? dia hidup di kota ini sendirian dan hanya anak kos tapi dia mampu membeli jam mewah ini? aneh (Radika)
__ADS_1
"dan aku ada satu hadiah lagi buat kamu"