
"duit Meg"
"duit? dari mana?"
"mana gua tahu"
Mega membongkar semua uang yang terikat rapi seperti baru keluar dari brangkas bank.
Ada lima gepok uang dolar bernilai lebih dari empat ratus juta rupiah dan satu black card.
Mega menemukan secarik kertas di balik black card yang di tempelkan dengan perekat.
...("pin nya adalah ulang tahun Kenzo")...
"kayaknya gua tahu ini dari siapa?"
"dari siapa?"
"bapaknya Kenzo" Mega menunjuk black card yang tertera nama "Hendra Sudrajat "
"buat apa dia kirimin uang ke Kenzo segini banyak?"
"nggak tahu pastinya buat apa tapi ini udah yang ke tiga kali dalam setahun dia kirim-kirim uang buat Kenzo"
"jangan-jangan dia mengakui kalau Kenzo anak dia"
"udah telat Ja"
Mega mengemas kembali uang dan kartu elit pemberian Hendra itu.
"mau di kemana in?"
__ADS_1
"gua balikin lah, tanpa dia gua udah bisa memberikan semua yang terbaik untuk kehidupan Kenzo. Bukan hari ini gua mau dia mengakui Kenzo sebagai anaknya, tapi dulu, dulu pas gua di usir sama orang tua gua dan dulu pas gua berusaha sendirian mempertahankan Kenzo di dunia ini"
"itu hak lu sih, tapi sayang loh duitnya banyak banget lu nggak tergoda?"
"sialan lu, gua lagi serius malah ngelawak ni bocah"
"ha ha ha bercanda Meg, baper mulu lu ah"
Senja dan Mega tertawa riang di dalam cafe tanpa memperdulikan orang lain yang lalu lalang melihat mereka berdua.
......................
Ting...tung...
Suara bel menggema di ruangan super mewah milik keluarga Sudrajat. Seorang art membukakan pintu untuk Mega.
"nyonya muda silahkan masuk"
"bik saya mau ketemu Hendra tolong bibi panggilkan"
"tuan muda di ruangan kerjanya nyonya, tuan memang sedang menunggu nyonya"
teringat bertahun-tahun lalu aku kesini dan di usir seperti sampah, tapi lihatlah sekarang mereka menyanjung ku layaknya seorang bangsawan (Mega)
Mega masuk ke sebuah ruangan yang pintunya sebesar gerbang rumahnya. Ini adalah ruangan kerja Hendra.
Hendra duduk di kursi dan membelakangi meja.
"aku kembalikan uang mu" Mega menaruh kotak yang tadi sempat Senja buka itu di atas meja kerja Hendra.
Hendra memutar kursinya dan mata mereka seketika bertemu. Ada perasaan rindu yang mencair di antara mereka. Mega membuang pandangannya.
__ADS_1
"kedepannya kamu tidak perlu mengirimkan apapun untuk Kenzo"
Mega berbalik akan meninggalkan ruangan sebelum Hendra berhasil menggapai tangan Mega.
Mega diam.
"tidak seharusnya kamu seperti ini" Hendra
"lalu?"
"aku adalah Ayah Kenzo"
"tidak, sejak kamu tidak mengakuinya beberapa tahun lalu"
"aku menyesal Mega, Kenzo tetaplah anakku"
"lupakan itu Hendra, Kenzo bukan lagi hak kamu"
Hendra kesal kemudian memeluk Mega dengan erat
aku merindukanmu Mega (Hendra)
Dengan sekuat tenaga Mega mendorong tubuh Hendra menjauhi dirinya, tapi tidak ada perubahan, Hendra tetap memeluknya.
"lepaskan aku"
"aku kangen kamu Mega" Hendra menitikkan air matanya, bertahun-tahun Hendra menahan dirinya agar tidak menemui Mega.
"kamu sudah membuang ku bertahun-tahun lalu Hendra " Mega juga menitikkan air matanya, karena jujur dari lubuk hati yang paling dalam Hendra tetaplah bersemi di hatinya.
"maafkan aku, kembalilah padaku, aku janji akan menjagamu dan Kenzo anak kita"
__ADS_1
"saat ini aku sudah tidak butuh kata-kata itu lagi darimu, dulu Hendra, dulu saat aku hamil Kenzo saat itulah aku butuh janjimu untuk menjagaku dan mengakui aku dan Kenzo"