
"Ja aku tidak pernah menandatangani surat cerai itu"
Radika kemudian benar-benar keluar dari ruangan Senja
Senja diam saja, sedetik kemudian Senja kembali fokus dengan dirinya yang akan melakukan sidang.
Di luar Radika berpapasan dengan Mega yang sedang duduk menunggu Senja keluar dari ruangannya.
"hai Meg" Radika menyapa Mega
"hai"
Radika hanya menyapa dan terus berjalan meninggalkan kantor Senja. Setelah melihat Radika sudah menghilang di dalam lift, buru-buru Mega masuk ke ruangan Senja.
"ciyeee di samperin mantan suami"
"nggak jelas lu" Senja mengambil jubah kebesarannya kemudian berjalan melewati Mega begitu saja.
Mega tak patah arang, Mega mengejar partner kerjanya itu dengan seringai senyum yang menakutkan.
"gimana-gimana mau balikan?"
"cerai secara sah aja belum gimana mau balikan?"
"oh iya"
__ADS_1
Mereka berdua saling mengejek sampai mereka tiba di ruang sidang. Ekspresi mereka mendadak berubah saat masuk ke ruangan sidang. Senja segera duduk di tempatnya pun juga Mega.
......................
Angel membuang segala apa yang di lihat di hadapannya, make up, vas bunga, bantal dan semuanya. Barang-barang berserakan di segala tempat, Angel mengamuk tak karuan karena Radika tidak lagi menginginkannya.
"brengseekkk" teriak keras Angel
Mungkin selama ini memang Angel bermain dengan banyak laki-laki hidung belang yang hanya menginginkan kepuasan darinya, tapi di dalam lubuk hati Angel yang terdalam, dia pun menginginkan kehidupan yang damai suatu hari nanti. Dan selama ini Radika lah satu-satunya kandidat yang Angel miliki untuk mewujudkan impiannya kelak.
Sekarang Radika bahkan tidak mau melihatnya, lalu bagaimana kehidupannya nanti jika tidak ada lagi laki-laki yang tulus mencintainya seperti Radika dulu.
Ting...tung....
Bel apartemen Angel berbunyi, kekesalan Angel yang belum mereda semakin menjadi-jadi mendengar seseorang hadir di depan pintu apartemennya.
Vera masuk mengikuti Angel yang masuk terlebih dahulu.
"lu kenapa?" Vera bertanya kepada Angel karena kaget semua barang-barang ada di bawah dan berserakan tidak karuan.
"Radika ninggalin gua Ve"
Angel meneguk wine langsung dari botolnya.
"kok bisa?"
__ADS_1
"semua gara-gara kak Rendra"
"Rendra? Rendra kakaknya Radika kan?"
"iya"
"apa yang dia lakukan?"
Angel menceritakan kembali apa-apa saja yang sebenarnya terjadi di antara dia, Radika, Rio, dan Rendra.
"gua bilang juga apa, lu jangan serakah, tiga-tiganya lu ambil"
"diem lu" Angel semakin kesal karena Vera malah menyalahkan dia
"terus sekarang rencana lu apa?"
"gua nggak bisa lagi mencampuri keluarga itu, kak Rendra benar-benar mengawasi gua"
"tinggal cari pelanggan lain aja, susah amat"
"masalahnya Radika itu aset masa depan gua, dengan gua punya dia hidup gua kedepannya akan terjamin, kalau soal hidup gua yang sekarang gua sama sekali nggak khawatir, karena uang dari laki-laki bangkotan itu sudah cukup"
"terus kalau udah tahu kayak gini lu mau apa? lu juga bego udah tahu Radika cinta mati sama lu, harusnya lu pertahankan dia gimana pun caranya"
"Ve kalau lu kesini cuma mau cermahin gua mending lu balik Ve, gua udah kesel karena hal ini dan lu malah bikin lebih kesel lagi, pulang sana lu"
__ADS_1
"yaelah sorry-sorry sensitif banget sih lu"