
Berkali-kali Senja menggeledah barang bawaannya di koper namun tidak di temukan satupun baju tidur yang biasa Senja pakai. Yang ada hanya lingerie seksi berbagai warna.
astaga Bunda... (Senja)
Radika melihat Senja yang masih saja mondar-mandir dan belum ganti baju.
"kenapa Ja?"
"gapapa"
Radika kembali sibuk dengan ponselnya sembari duduk di ranjang menyandarkan punggungnya yang lelah.
"aduuh Bunda pasti sengaja" gumam Senja
Mau tidak mau Senja akhirnya memakai lingerie berwarna hitam yang panjangnya hanya sampai di atas lutut. Senja benar-benar tidak nyaman apalagi lingerie yang berbahan tipis ini terlihat tembus pandang di segala bagiannya, sungguh Senja jadi salah tingkah.
Senja menghampiri Radika di ranjang kemudian segera masuk ke dalam selimut.
"kamu kenapa?"
"enggak gapapa cuma dingin"
Tapi Radika menangkap sesuatu yang aneh dari Senja, terlihat peluh membasahi keningnya, Radika kemudian mengambil remote AC dan mengecilkannya. Sebenarnya Radika tahu bahwa Senja sedang menutupi sesuatu makanya Radika mengecilkan AC agar Senja mau mengaku.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Senja benar-benar merasa kepanasan.
"Dik Dika"
"hmm"
"nyalain AC nya panas banget ini"
"enggak gua kedinginan" Mata Radika sedikit melirik Senja yang mengipas wajahnya dengan tangan.
Radika tertawa dalam hati. Senja sudah tak tahan lagi karena kepanasan Senja membuka kimono tidur yang membungkus lingerie nya.
Radika kaget ternyata Senja memakai lingerie yang seksi dan sangat menggoda.
"istriku... apa kamu sedang menggodaku?"
"menggoda apaan? tutup mata kamu " Senja baru sadar ternyata Radika memperhatikannya, Senja berkata seraya menutup bagian dadanya dengan kedua tangan yang di silangkan.
"he he he "
Radika mengambil remote AC kemudian menyalakan AC nya
"udah nyala tuh ayo tidur sebelum aku benar-benar....." Radika menggantungkan kata-katanya dan memandang Senja dengan tatapan nakal.
__ADS_1
......................
Senja duduk di balkon kamar hotel, memandang jauh fajar yang sedikit lagi akan muncul. Di temani secangkir coklat hangat di tangannya dan selimut tebal membungkus dirinya yang masih menggunakan lingerie seksi ulah sang Bunda.
Semalaman Senja tidak bisa tidur ada saja yang berseliweran di pikiran Senja, padahal sebelumnya Senja sudah sering jika hanya sekedar tidur dengan Radika, namun kali ini berbeda karena status mereka yang sudah suami istri membuat Senja sedikit takut apalagi mengingat hubungan Radika dan Angel yang masih berlanjut.
tok...tok...tok...
Senja tersadar dari lamunannya mendengar suara ketukan pintu dari luar. Senja segera membuka pintu dan ternyata Bunda yang stay di depan pintu.
"tumben kamu sudah bangun sayang?"
"iya Bunda... kenapa Bunda?"
"Bunda mau bilang kamu hari ini akan di treatment sama MUA dan setelah itu lanjut make up ya karena nanti sore kan acara resepsi kamu sama Radika. Radika belum bangun?"
"belum Bunda kecapean kali"
"oh... kecapean " senyum Cindy aneh dengan menekan kata kecapean tapi matanya menelisik pakaian yang Senja gunakan
Senja tahu Bundanya sedang menggodanya
"Bunda jangan aneh-aneh deh aku sama Radika nggak ngapa-ngapain lagian kalau nggak Bunda yang ngerjain aku nggak mungkin aku pake baju aneh ini" Senja benar-benar kesal mengingat baju apa yang dia kenakan
__ADS_1
Cindy tertawa senang melihat putrinya yang sewot akibat ulahnya memasukkan lingerie ke dalam koper Senja.