
"kamu ingat saat kita masih kuliah dan kamu melihat aku dan Angel di mobil waktu itu?" Senja mengangguk
"Angel sudah akan melakukan itu padaku tapi entah mengapa kamu tiba-tiba hadir begitu saja di otakku"
Senja dengan seksama mendengarkan cerita Radika, Senja ingat setelah kejadian itu Radika pernah bilang padanya bahwa Senja lah yang menghentikan dirinya berbuat hal itu bersama Angel.
"aku tidak pernah berhasil melakukan hal itu dengan Angel Ja, dan entah itu kebetulan atau apa, selalu saja kamu yang berseliweran di pikiran ku"
Radika duduk di bawah memegangi kedua tangan Senja
"aku mau berubah untuk kamu, maafkan aku selama ini menyia-nyiakan kamu, aku akan meninggalkan Angel untuk masa depan kita nanti"
Senja mengangguk
meskipun bukan ungkapan cinta yang hadir dari mulutmu namun itu sudah lebih dari cukup bagiku (Senja)
......................
"Abang Rendra...." Senja melambai ke arah seorang laki-laki gagah yang tengah berjalan ke arahnya
Radika menoleh dan tersenyum melihat sang kakak yang datang dari arah belakangnya.
"Bang" Radika memeluk Rendra
"adik kesayangan ku" Rendra berganti memeluk Senja
"mulai... yang adik lu tuh gua Bang " Radika
"dasar baperan lu" Rendra
__ADS_1
Senja hanya tertawa melihat suaminya dengan tingkah laku konyol yang selalu khas dengan dirinya.
"gimana gimana? udah kemana aja kalian?"
"baru di deket sini-sini aja Bang "
"ya udah sekarang kalian berdua tanggung jawab Abang, Abang akan ajak kalian keliling Bali "
"kerjaan Abang?"
"udah selesai "
"ok kita berangkat "
Mereka bertiga mengelilingi kota Ubud. Di mulai dari Ubud palace, cagar alam, pura dan masih banyak lagi tempat-tempat yang mereka bertiga kunjungi.
"Abang makasih ya udah nemenin aku sama Radika jalan-jalan"
"iya sama-sama"
"puas banget bisa keliling Bali" Radika
"Abang cukup hari ini saja nemenin kalian berdua ya, besok Abang kerja lagi"
"iya Bang kita akan jalan berdua saja setelah ini, aku ke toilet bentar" Radika ngibrit setengah berlari ke kamar mandi
"gimana hubungan kalian berdua?" Rendra
"aku bersyukur Bang, Radika sudah meninggalkan Angel"
__ADS_1
"aku turut senang Ja"
"makasih ya Bang "
"makasih buat apa?"
"semuanya Bang, buat menguatkan aku, buat membantu aku"
"Abang nggak bantu kamu apa-apa loh"
"ngobrolin apa? serius banget?"
"nggak ada"
Mereka bertiga makan kemudian pulang hampir tengah malam.
......................
Lenguhan panjang terdengar dari kamar Radika dan Senja malam ini. Kembali lagi mereka mengulangi adegan malam kemarin, dimana Senja kini berada di atas tubuh Radika.
skip
skip
🙈
Radika duduk di kursi menikmati minuman hangat yang dia buat sendiri, Senja tertidur karena kelelahan. Radika memandang istrinya yang tengah lelap-lelapnya
terimakasih tuhan telah menghadiahkan seorang istri seperti Senja, aku juga bersyukur karena aku masih bisa menjaga diriku agar tetap perjaka hingga aku memberikannya pada istriku saat ini, sebenarnya aku juga heran, mengapa ketika Angel menyuguhi aku tubuhnya di depan mataku sama sekali aku tidak ada perasaan ingin menyentuhnya, tapi dengan Senja hanya berciuman dengannya saja sudah membuatku bergairah dan ingin melakukan itu, seperti semacam ada magnet yang menarik ku ke dalam diri Senja (Radika)
__ADS_1