Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 78


__ADS_3

"gua udah menyadari beberapa hal, awalnya ada yang ketok pintu apartemen gua, terus nggak lama Radika pamit keluar..."


Dan akhirnya Senja menceritakan semua hal tentang kejanggalan kelakuan Radika semalam.


"terus sekarang mau lu gimana?"


"gua pengen buntuti Radika"


"yakin lu? gimana kalau kita suruh orang aja"


"boleh"


Mega menyarankan beberapa opsi untuk membuntuti Radika, dan akhirnya Senja menyetujui salah satu opsinya yakni meminta bantuan teman laki-laki Mega untuk membuntuti Radika.


"sekarang lu tenang aja, kalau emang laki lu selingkuh pasti bakal ketahuan"


Senja mengangguk-angguk tanda mengerti


"sekarang kita makan"


"enggak, nggak laper gua" Senja menaruh kepalanya di atas meja lagi


"ah aneh banget sih dengar kata-kata nggak lapar dari lu, lu kan selalu lapar setiap saat biasanya"


"iya tapi sekarang gua nggak lapar"


"ya udah iya terserah lu, gua ke kantin dulu"

__ADS_1


Mega meninggalkan Senja di ruangannya, tak lama setelah itu Mega datang bersama cleaning service yang membawakan makanan untuk Senja dan Mega, Mega mengisyaratkan cleaning service itu untuk menaruh makanan di meja.


"ayo makan, ini udah gua bawain banyak banget buat lu "


Senja akhirnya mau makan meskipun tidak banyak.


......................


"inget ya sikap lu ke Radika harus tetep biasa saja ok?"


"ok, thanks ya Meg lu udah bantu gua"


"santai, gua balik duluan yah bye...."


Senja melihat Mega menjauh bersama mobilnya meninggalkan kantor. Senja menghela nafas panjang


apa jangan-jangan Radika balik sama Angel? Senja tenangkan dirimu ya... semua akan terjawab setelah ada laporan dari orang suruhan Mega (Senja)


"gapapa aku juga nggak lama kok nunggunya soalnya tadi di temenin Mega"


"terus sekarang Mega mana?"


"udah balik, ya udah ayo balik sekarang badanku udah lengket banget pengen mandi"


"ok sayang" Radika menggandeng tangan Senja tapi hati Senja benar-benar tidak bisa mengelak bahwa dirinya sudah ilfil sama Radika, tanpa sengaja Senja menolak genggaman tangan Radika


"kenapa Ja?"

__ADS_1


"gapapa ini jam tangan aku kayaknya longgar aku benerin dulu ya" Senja dan Radika berjalan bersama sampai di mobil Radika.


Mereka berdua duduk di mobil dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.


"gimana kantor Dik?"


"aman-aman sejauh ini semua bisa aku kendalikan"


"ok, sesekali aku akan ke kantor ngecek situasi di sana"


"iya sayang kamu ke sana aja itu kan kantor kamu"


Senja diam tidak menyahut lagi, dan mereka diam sampai mereka sampai di basemen apartemen.


"kamu kenapa sih dari tadi diem mulu?" Radika akhirnya sadar bahwa sikap Senja sudah berbeda


"aku capek banget Dik, besok aku ke salon ya mau massage mumpung besok aku nggak ada jadwal sidang"


"oh kamu capek? nanti mau aku pijitin?"


"nggak-nggak aku nggak percaya sama kamu"


Senja mencoba menggoda Radika agar Radika tidak curiga akan sikapnya yang tadi diam saja.


"kamu meragukan kemampuan aku?"


"bukan hanya meragukan tapi benar-benar nggak percaya sama sekali"

__ADS_1


"awas aja kalau sampai kamu ketagihan sama pijitan aku"


"nggak akan bweek" Senja berlari meninggalkan Radika di basemen dan lebih dulu masuk ke dalam lift menuju ke apartemennya.


__ADS_2