Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 23


__ADS_3

"oh ya?"


"iya, ayo aku akan memperlihatkan sekarang"


"sekarang? nggak masuk kelas dulu?"


"gapapa sekali-kali bolos. Ayo!"


Angel sudah duduk di dalam mobil jadilah Radika mengiyakan keinginan Angel.


Mobil melaju sesuai arahan dari Angel, hingga mobil masuk ke basemen sebuah hotel.


"kita ngapain kesini?"


"aku ada something buat kamu, ayo"


Ternyata Angel sudah menyiapkan segalanya sendiri, Angel sudah memesan kamar pagi tadi dan berniat untuk memberikan hadiah kepada Radika di sana.


Mereka berdua memasuki lift yang kebetulan hanya ada mereka saja, Angel tak mau membuang waktu lagi, Angel menyerang Radika dengan ciuman-ciuman ganas yang di hujan kan ke bibir Radika.


Radika sama sekali tidak menolak, mereka saling menyatu tanpa melepaskan seraya berjalan ke arah kamar yang sudah Angel pesan.


Setelah mendorong Radika ke tempat tidur, Angel membuka dress-nya di depan Radika, membuat Radika kesulitan menelan Saliva nya.


Dengan gerakan cepat Angel sudah berada di atas tubuh Radika dan kembali menciumi kekasihnya itu, tangan Angel bergerak membuka satu persatu kancing kemeja Radika.


......................


"bre****k kamu Radika" teriak Angel menggema di seluruh ruangan.

__ADS_1


Radika masih menenangkan dirinya di dalam mobil, mengatur nafasnya yang ngos-ngosan akibat berlari.


"ah sial!" Radika terlihat frustasi kepada dirinya sendiri


Radika memacu mobilnya pergi dari hotel meninggalkan Angel. Mobilnya melaju tak tahu kemana akan berhenti, tanpa sadar mobilnya masuk ke pekarangan rumah Senja.


"Radika..."


"Bunda...." Radika menyalami tangan ibunya Senja


"kamu nggak kuliah?"


"kepala Radika agak pusing, Senja di kamar ya Bunda?"


"iya sana samperin dia ajak makan sekalian ya"


"iya Bunda"


"aw" teriakan Senja


"Dika kalau masuk ketuk pintu kek main nyelonong aja" Senja segera merapikan pakaiannya yang baru saja di ambilnya dari lemari, bukannya berbalik Radika malah menatap Senja tanpa berkedip.


Tubuh Senja yang hanya terbalut handuk terasa menantang bagi Radika. Tapi akal sehat Radika seketika menyadarkan kegilaan dalam otaknya.


"sorry-sorry gua nggak tahu lu lagi ganti baju" Radika membalikan badannya


Setelah beberapa saat Senja sudah memakai pakaian lengkap kemudian menyuruh Radika berbalik badan.


"lu nggak kuliah?" Senja duduk di tepi ranjangnya memainkan ponselnya

__ADS_1


"enggak" Radika mulai merebahkan diri di ranjang Senja


"Ja"


"hm"


Radika merambat ke pangkuan Senja, menidurkan kepalanya di paha Senja dan melingkarkan tangannya di pinggang Senja.


"lu kenapa?" Senja


"gua butuh ketenangan Ja"


Senja hanya diam dan masih memainkan ponselnya, karena baginya ketika Radika tengah seperti ini berarti Radika tengah berada di titik lelahnya, jadi Senja memilih diam


"lu berantem sama Angel?" tanya Senja pada Radika setelah beberapa saat mereka saling diam.


"enggak" Radika masih nyaman menyembunyikan wajahnya di perut Senja


"terus?"


Radika bangkit kemudian duduk berhadapan dengan Senja. Radika memegangi kedua pipi Senja, mengamati dengan seksama wajah yang selalu saja muncul di saat-saat yang tidak di inginkan.


"lu ngapa sih?" Senja mencoba menyingkirkan tangan Radika dari wajahnya


"lu suka sama gua kan Ja?"


"aneh lu ah" Senja dengan kuat menghempaskan tangan Radika agar menyingkir dari wajahnya.


Senja berdiri dan berdalih akan turun untuk makan.

__ADS_1


"ayo lu nggak makan?" Senja


__ADS_2