
"Dik kapan-kapan kita main ke apartemen Mega yuk"
"boleh kalau senggang" Radika sibuk di depan laptopnya dengan kaca mata bertengger di wajahnya
"kamu ngerjain apa sih?"
"ini hasil meeting kemarin lagi periksa-periksa aja"
Ting...tung....
"buka gih" Senja malah berbaring di sofa dan menyuruh Radika yang membuka pintu
"dasar"
Radika beranjak dari tempat duduknya dan mengintip di lubang pintu.
"Angel?" Radika mendelik melihat Angel berada di luar apartemennya
"siapa Dik?"
Radika berjalan masuk menemui Senja.
"nggak ada orang, Ja aku keluar dulu ya ada yang harus di beli bentar"
"beli apa?"
"hmmm martabak, aku lagi pengen martabak, kamu mau apa biar sekalian aku bawain juga"
"apa aja deh"
"ok, aku keluar dulu yah" Radika mengambil kunci mobil dan memasukkan ke dalam saku celananya, setelah itu segera Radika keluar dari apartemen.
"kamu ngapain disini?" Radika menyeret Angel menjauh dari pintu
"kenapa sayang? aku kangen" Angel memeluk Radika
"ok ok kita ke apartemen kamu, kamu nggak boleh nyamperin aku kesini, ingat kesepakatan kita kan?"
"iya iya sorry"
__ADS_1
Mereka berdua meninggalkan apartemen Radika kemudian pergi ke apartemen Angel.
......................
Part tersembunyi....
Hari itu di Bali...
"lalu aku harus berpura-pura sudah merelakan kamu, begitu?" Angel
"hanya jika ada orang lain sayang, aku nggak bisa kehilangan kamu begitu saja, Senja bukan yang ku inginkan. Buat seolah-olah aku sudah lepas dari kamu, aku akan melakukan hubungan dengan Senja"
"nggak Radika. bahkan denganku saja kamu tidak pernah melakukan hal itu tapi.... ah sial"
"dia istriku jika aku tidak melakukan dengan Senja maka dia akan tetap curiga selamanya"
"lalu keuntungan untuk ku apa?"
"aku akan membuat kamu menjadi manager di perusahaan "
"bukankah itu terlalu mencolok?"
"caranya?"
"biar ku atur"
ok, jika aku menjadi manager mungkin aku tidak perlu lagi menjual diriku pada orang-orang tua bangkotan itu (Angel)
"kapan kita mulai sandiwara ini?"
"hari ini juga"
"ok"
"tapi kamu tidak boleh menemui ku di sembarang tempat, kita harus janjian terlebih dahulu "
"ok, sekarang aku mau sesuatu dulu"
"apa?"
__ADS_1
"ini"
Angel memperlihatkan katalog berlian lagi seperti beberapa waktu lalu
"lagi?"
"aaaa kamu kan sekarang CEO pasti tidak sulit bagimu memenuhi keinginan ku sayang"
"baiklah " Radika menyerahkan kartu unlimited miliknya kepada Angel
"makasih sayang...."
Angel memeluk Radika dan mereka berciuman cukup lama.
...end...
^^^"aku kangen sama kamu, kamu seneng-seneng sama Senja sampai lupa padaku " Angel duduk di sofa memainkan dress-nya dengan satu jari^^^
"nggak lupa sayang, cuma aku lagi cari momen yang pas buat ketemu kamu"
Radika duduk bersama Angel
"gimana? kamu udah kerjain yang aku suruh?"
"udah, aku udah bekerja lebih keras, aku udah beberapa kali ikut si Leni meeting dan juga kayaknya dia mulai butuh aku di setiap pekerjaannya "
"ok itu bagus, Senja tidak kerja di kantor dan itu membuat kamu lebih mudah untuk menonjolkan diri dan sepertinya kamu akan segera di promosikan "
"aku kan pintar, sayang... kamu nggak mau coba sama aku?"
"coba apa?"
"coba..."
ring...ring...ring...
Senja menghubungi Radika yang menurutnya sudah terlalu lama keluar jika hanya untuk membeli martabak.
"Senja " Radika memberitahu Angel bahwa Senja menghubungi nya.
__ADS_1