
Senja seketika membuka matanya dengan paksa, karena terkejut dengan perkataan Radika.
"pernikahan?"
Radika mengangguk
"bentar-bentar ini ada apa sih? Bukannya kita udah ngobrolin ini?"
"mama sama papa juga Bunda, mereka bersikeras membuat kita menikah"
"terus lu diem aja gitu? lu punya cewek Dik yang harus lu jaga perasaannya"
"tau ah, gua udah berkali-kali ngomong sama mama kalau kita udah sepakat untuk tidak menikah meskipun gua mau mengelola perusahaan Ayah, tapi mama ngotot masih mau nikahin kita"
"enggak-enggak nggak bener nih, kita turun sekarang"
"pake celana panjang dulu tuh paha lu kemana-mana, lagian sejak kapan sih lu pake celana sependek itu?"
"bawel lu" Senja sengaja menghindari pertanyaan Radika dengan mengoloknya.
Senja mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih sopan dan tertutup, Senja dan Radika sudah turun bersamaan menemui orang tua mereka.
"lihat deh pah Senja, cantik, berkelas, anggun, pintar dan juga latar belakangnya jelas" Melinda
"iya mah"
__ADS_1
"mama papa... kok nggak bilang-bilang mau dateng?"
"mama Melinda sama papa Rio udah bilang Bunda kok" Bunda
"ini ada apa ya sebenarnya?"
"Radika belum bilang ke kamu?" Melinda
"kamu belum ngobrol sama Senja?" pertanyaan itu Melinda lontarkan untuk Radika
"mama bilang sendiri aja deh" Radika
Senja duduk di sofa bersebelahan dengan Radika
"gini sayang.... sebelumnya mama minta maaf kalau ini terkesan terlalu cepat, berhubungan dengan Radika yang sudah mau mengambil alih perusahaan maka bersama keputusan itu juga berarti Radika bersedia menikah dengan kamu"
"enggak sayang mama mau Radika menjalankan wasiat Ayah kamu dengan sepenuhnya bukan setengah-setengah kayak gini, pokoknya kamu dan Radika menikah"
"tapi mah" Senja masih bersikukuh tidak ingin melanjutkan perjodohan ini tapi tiba-tiba Cindy lemas dan tumbang di sofa
"Bunda " Radika yang tahu pertama kali langsung saja menolong Cindy
"Bunda..." Senja sangat kaget karena Bundanya pingsan.
......................
__ADS_1
Cindy sedikit bergerak setelah beberapa saat diam tanpa reaksi apa-apa.
"Bunda hiks....hiks..." Senja
"Senja mau Bunda Senja akan nurut sama Bunda tapi Bunda harus sehat Bunda jangan sakit lagi hiks....hiks..."
Terlihat kerlingan mata dari Cindy kepada Melinda.
Akhirnya perjodohan ini akan benar-benar terjadi.
POV Radika
kok gua ngerasa bahagia ya pas Senja bersedia di jodohin sama gua, hi hi kayak ada perasaan aneh. Gua bakalan nikah sama Senja, ha ha rasanya lucu juga tapi kenapa gua sama sekali nggak merasa bersalah sama Angel ya? wah beneran nggak beres nih otak gua.
Senja itu cantik kok cuma gaya berpakaian dia aja yang sedikit beda, lebih kayak gua ha ha ha. Dia mau jadi istri gua sekarang ha ha ha. perasaan macam ini Radika
Tanpa sadar Radika beberapa kali senyum-senyum sendiri saat duduk di ruang tamu seorang diri.
"pah lihat anakmu tuh, kemarin aja nolak sekarang lihat senyum-senyum sendiri kegirangan kek gitu"
"sepertinya kita tidak salah menjodohkan dia dengan Senja mah"
"ya enggak lah pah keputusan kita itu udah paling bener"
POV Senja
__ADS_1
Jujur aku senang dengan perjodohan ini tapi bagaimana dengan Angel? aku perempuan dan aku tahu perasaan dia pasti hancur melihat ku menikahi kekasihnya