
Senja mengusap wajahnya segera sebelum Radika menyadari bahwa dirinya tengah menangis.
"lu lama" Radika menuang ramen ke dalam mangkok dan menyuapkan untuk Senja
"gua makan sendiri aja" Senja merebut sumpit di tangan Radika.
"gua suapin" Radika masih bersikeras untuk menyuapi akhirnya Senja yang mengalah dan mengembalikan sumpit ke Radika
"selesai ramen, kita makan ayam goreng sambel ijo" Radika
apa kamu nggak merasa bersalah sama sekali padaku Dik? seakan-akan memang semuanya tidak pernah terjadi, aku tahu itu hanya ciuman biasa yang mungkin setiap saat kamu bisa lakukan dengan Angel, tapi bagiku ciuman itu adalah tanda bahwa kamu cemburu jika aku berada dekat dengan Miko. Tapi nyatanya kamu hanya menganggap itu adalah sebuah angin lalu, benar-benar miris kisah cinta ini, aku berjuang menahan cinta ini dan tanpa kamu sadari setiap perlakuan mu adalah kesakitan tersendiri untuk aku (Senja)
Klik klik
Radika menjetikkan jarinya di hadapan Senja yang sedang bengong.
"malah ngelamun, makan nih" Radika sudah siap dengan ramen di depan mulut Senja
Senja membuka mulutnya menerima suapan ramen.
"Ja"
"hm?"
"lu suka Miko?"
"suka"
"sukanya gimana?"
"dia baik dan selalu ada buat gua" Senja menjawab sekenanya tanpa melihat ekspresi wajah Radika
"sejak kapan lu kenal Miko?"
"udah lama, sejak jaman kuliah"
"kenapa gua nggak tahu?"
"sejak kapan lu ngurusin gua?"
__ADS_1
jlep !
Ada perasaan aneh yang hadir di hati Radika, agak nyesek dan sakit
apa benar aku nggak peka sama Senja? (Radika)
"lu kenal sama dia dimana?"
"dia pemilik perusahaan taksi online" Senja masih sibuk dengan makanannya
"terus?"
"ya kita kenalan, nyambung sampek sekarang"
"dia suka sama lu kayaknya "
"katanya sih iya, dulu dia udah pernah nembak gua tapi nggak gua terima"
"kenapa?"
"gua suka sama orang lain"
lu (Senja)
Dan tentunya itu hanya dalam hati, Senja berani mengungkapkan perasaannya.
"rahasia lah"
"jadi lu nggak suka sama Miko?"
"melihat dia yang sampai sekarang masih tekun ngejar gua, kayaknya gua bakalan mempertimbangkan untuk membuka hati gua buat dia"
"terus gimana sama cowok yang lu suka"
"dia udah nikah"
"lu patah hati dong?"
"nggak sih "
__ADS_1
"terus?"
"jauh sebelum dia menikah gua sudah patah hati banget "
"gimana gua nggak paham"
"nggak semua lu harus paham"
"lu jangan deket-deket Miko"
"kenapa?"
"lu masih tanya kenapa? bukannya tadi siang pas di toilet gua udah bilang?"
"di toilet? kayaknya nggak ada apa-apa tadi di toilet"
"kok lu ngomong gitu?"
"bukannya lu yang nyuruh gua lupain hal yang terjadi di toilet?"
"ya tapi nggak gitu juga"
"terus mau lu apa? lama-lama bingung gua sama lu, lu mintanya di lupain tapi lu juga minta nggak boleh di lupain?"
"tau ah Ja, intinya gua nggak suka lu sama Miko"
"terus lu pikir gua suka kalo lu sama Angel?"
Mereka berdua sama-sama diam.
"nih nih pegang dulu gua mau ambil air" Radika berdiri segera meninggalkan mangkok di tangan Senja
aduuuh bego banget gua kenapa bilang gitu? (Senja)
Senja menepuk jidatnya sendiri merasa bodoh dengan yang dia lakukan barusan.
Di tempat lain...
Radika diam di depan lemari es yang sudah kembali Radika tutup setelah mengambil air dingin dari sana.
__ADS_1
Senja nggak suka gua sama Angel? maksud Senja apa ya? apa dia cemburu? tapi bagaimanapun aku adalah suaminya dan mana ada istri yang suka kalau suaminya jalan dengan wanita lain (Radika)