Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 84


__ADS_3

Senja tengah mengeringkan rambutnya dengan hair dryer di depan cermin, senja masih menggunakan handuk mandi ketika terdengar bel berbunyi dari pintu apartemennya.


Radika masih tidur dengan bertelanjang dada, jadilah Senja membuka sendiri pintu apartemennya.


"Bunda? ya ampun kenapa Bunda nggak bilang kalau mau main ke sini?" Senja memeluk ibunya itu yang dengan wajah sumringah membawa dua paper bag besar di masing-masing tangannya.


"Bunda kangen sama kalian"


"aaaa Senja juga kangen Bunda, ayo masuk Bun"


Mereka berdua masuk bersamaan


"Bunda bawa apa kok banyak banget?"


"Bunda hari ini sengaja masak banyak banget untuk anak dan menantu Bunda, dimana suami kamu sayang?"


"Radika masih tidur Bun sengaja aku biarin tidur dulu mumpung libur ke kantor"


"iya juga, suami kamu harus di perhatikan ya makanan dan kesehatannya jangan sampai kamu lupa sama kewajiban kamu sebagai istri ya nak"


"iya Bunda Senja tau"


"ya sudah, sekarang kamu bangunin suami kamu kita sarapan bersama, biar Bunda yang siapin "


"makasih Bunda..." Senja memeluk serta mencium ibunya dengan gemas dan sayang.

__ADS_1


Senja kembali ke kamarnya untuk membangunkan Radika juga mengganti pakaiannya.


"Dika... ada Bunda di luar bangun gih"


"Bunda?"


"iya Bunda main ke sini, sana mandi di tunggu Bunda buat sarapan tuh"


"wooooah ok ok" Radika dengan malas memaksa dirinya agar bangun, Radika memeluk istrinya yang sedang duduk bersolek di depan cermin.


"nanti malam kita ulangi lagi ya"


"di ulangi lagi apanya?"


"kayak yang semalam, kamu hot"


"he he he iya sayang" Radika melenggang ke kamar mandi dan Senja melihatnya dengan seksama


meskipun kamu menghianati aku di belakang ku, aku tetaplah istrimu, kewajiban ku melayani mu lahir dan batin. Jujur aku sama sekali tidak merasa terpaksa melakukan hubungan suami-istri denganmu, walaupun aku tidak tahu kebenarannya seperti apa tentang kamu dan Angel. Jika aku tetap memikirkannya maka itu akan membuat sakit hati saja, jadi biarkan saja aku menjalani peranku sebagai istrimu meskipun jika tidak sedang bersamaku kamu menjadi milik orang lain. Aku yakin suatu saat nanti cinta yang selalu aku curahkan padamu akan benar-benar sampai di relung hatimu, entah itu cepat atau lambat kamu akan menyadari cintaku (Senja)


......................


"Bunda kalau masak nggak pernah gagal selalu Perfect dan bikin nagih" Senja


"makan yang banyak ya sayang, Radika juga makan yang banyak"

__ADS_1


"iya Bunda"


Mereka makan dengan lahap masakan khas rumahan yang di bawakan oleh Bunda Cindy untuk Radika dan Senja.


Ting...tong...


"buka Dik" Senja


"Senja masa suamimu lagi makan di suruh buka pintu sih? nggak sopan itu, biar Bunda saja"


"iya iya Bunda sorry biar Senja aja yang buka"


Radika tertawa melihat Senja yang di tegur Bunda


Senja membuka pintu dan melihat Rendra di depan pintu dengan koper di tangannya.


"Abang? aaaa hari ini kenapa pas banget sih? penuh kejutan banget" Senja memeluk Rendra yang masih bingung dengan perkataan Senja


"maksudnya kejutan apa Ja?"


"di dalam ada Bunda bang, Bunda juga main kesini hari ini, seneng banget Abang juga disini sekarang"


"ada Bunda juga?"


"iya, ayo masuk bang"

__ADS_1


Rendra dan Senja masuk bersama-sama menemui Cindy dan Radika di meja makan.


__ADS_2