Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 101


__ADS_3

Senja masuk ke rumahnya sendiri, sebelum benar-benar masuk Senja mengusap wajahnya dengan kasar agar air matanya menghilang.


"Bunda" Senja menyapa sang Bunda yang ternyata tengah menunggunya, raut wajah khawatir terlihat jelas di wajah Cindy


"gimana nak?"


"semua berjalan sesuai rencana Bun, aku sudah memutuskan untuk berpisah dari Radika"


"it's okay sayang gapapa, apapun keputusan kamu Bunda dukung selama kamu bahagia, seharusnya Bunda peka sejak awal sayang" Cindy memeluk putrinya


"gapapa Bunda, Senja mengambil pelajaran dari kejadian ini, tidak semuanya berjalan sesuai apa yang kita inginkan, Bunda jangan menyalahkan diri"


"yang terpenting sekarang kebahagiaan anak Bunda"


......................


Mega menjadi pendengar setia Senja, sesekali Mega mengusap air matanya mendengar penuturan Senja tentang dirinya dan Radika.


"apapun keputusan lu gua dukung, selama lu bahagia dan itu murni kemauan lu" Mega menepuk pelan pundak Senja kemudian memeluk wanita di hadapannya


"gua udah lega sekarang Meg"


Mega mengusap-usap punggung Senja seakan menguatkan


"semoga lu bahagia selalu ya sayangku"


"thanks ya Meg udah mau temenin gua disini" Mega melepas pelukannya dan menatap dalam ke mata Senja


gadis ini terlihat layu tapi nyatanya dia sekuat ini (Mega)

__ADS_1


"no problem, tapi setelah ini nggak ada drama nangis-nangis lagi ya, kita berdua harus bahagia mulai hari ini "


"tentu dan harus"


Mereka berpelukan lagi lalu kemudian masuk kembali ke dalam mobil untuk pulang. Mega mengantarkan Senja pulang ke rumahnya, ini adalah kali pertama Mega menginjakkan kaki di rumah besar Senja.


"siapa ini sayang?" Bunda yang melihat putrinya datang pun menyambutnya


"ini Mega Bun teman Senja, Meg kenalin ini Bunda gua namanya Bunda Cindy "


"hai Tante saya Mega"


"hai Mega, baru kali ini Senja punya teman perempuan rasanya Bunda senang sekali"


"emang iya Bunda?"


"oh iya Mega punya anak ganteng banget deh Bun" Senja


"oh ya? kok nggak di ajak kesini?"


"kapan-kapan bisa kok Mega ajak Kenzo kesini Tante "


"oh namanya Kenzo? ide bagus itu biar Bunda ada temannya "


Setelah lama berbasa-basi akhirnya Mega pamit pulang, jam pun sudah menandakan pergantian hari. Mega melajukan mobilnya dengan santai.


ciiiitt....


Mega menginjak rem nya setelah seseorang berhenti mendadak dan menghalangi jalannya.

__ADS_1


"astaga! apa yang dia lakukan? siapa dia?" Mega enggan untuk turun karena takut kalau-kalau dia tengah di begal. Setelah memastikan seseorang yang keluar dari mobil itu adalah seseorang yang dia kenal akhirnya Mega berani untuk turun.


"Hendra?"


Hendra berjalan menghampiri Mega di mobilnya


"keluar Mega" Hendra berkata seraya mengetuk kaca mobil Mega


"ada apa?" Mega keluar mobil


"kamu dari mana? kenapa dari arah ini? kamu dari rumah siapa?"


"kamu apa-apaan sih nggak jelas banget"


"jawab pertanyaan lu Mega"


"aku dari rumah temenku "


"temen siapa? yang mana? aku nggak mau ya kalau kamu bergaul dengan orang yang salah"


"satu-satunya kesalahan ku adalah mengenal mu, dasar aneh"


Mega masuk kembali ke dalam mobilnya kemudian pergi meninggalkan Hendra.


"dasar orang gila, kenapa bisa-bisanya dulu gua begitu jatuh cinta padanya? aaaaah sial banget hidup gua" Mega menggerutu sendirian di dalam mobilnya.


Senja merenungkan dirinya yang sekarang ini, keputusan yang dia ambil benar-benar berpengaruh besar di dalam kehidupannya.


apakah keputusan ku sudah benar? (Senja)

__ADS_1


__ADS_2