
"iya nih papa kok lama ya?"
"biar Abang susulin ke bawah aja gimana?"
"iya bang"
Rendra keluar dari apartemen Senja kemudian turun untuk mencari Rio. Rendra sebenarnya sangat ingin menghajar Ayahnya itu, tapi Rendra berusaha menahan amarahnya.
Rendra turun hingga basemen karena tidak menemukan keberadaan ayahnya. Rendra merogoh sakunya mencari benda pipih alat komunikasi miliknya tapi tidak dia temukan.
"sial, ponsel gua ketinggalan lagi"
Rendra berputar-putar mencari Ayahnya, dan sialnya Rendra melihat ayahnya di dalam mobil dengan seorang wanita, Rendra memperjelas pandangannya dan tidak salah lagi dia adalah Angel.
......................
Setengah jam sebelum Melinda dan Rio sampai di apartemen Senja dan Radika...
Angel berulang kali menelepon ke nomor Radika tapi tetap saja tidak aktif, Angel benar-benar kesal karena Radika tidak menghubunginya, itulah mengapa Angel datang ke apartemen Radika. Angel akan naik ke lantai atas dan tidak sengaja bersamaan dengan itu Rio dan Melinda juga satu lift dengan Angel. Angel yang mengenakan masker dan kaca mata hitam sama sekali tidak di ketahui oleh Melinda.
Tapi Rio dengan jelas tahu bahwa itu adalah Angel.
Ting
__ADS_1
Lift berhenti di lantai apartemen Senja dan Radika.
"mah papa balik ke bawah dulu ya, papa ketinggalan sesuatu di mobil"
"papa gimana sih, ya sudah mama duluan"
Tinggal lah Rio dan Angel di dalam lift, lift tertutup lagi.
"apa yang kamu lakukan disini? bukannya aku sudah melarang kamu mengganggu keluarga Radika lagi?"
"iya mas aku sedang akan mengakhiri segalanya"
"kamu mau menipuku?" Rio mencengkeram lengan Angel dengan kuat
pintu lift terbuka, Rio menyeret Angel kembali ke basemen dan masuk ke sebuah mobil merah milik Angel. Bagaimana Rio tidak tahu kalau itu mobil Angel sedangkan Rio lah yang membelikan mobil itu untuk Angel.
"mas jangan marah aku benar-benar sedang akan meminta maaf kepada Senja dan Radika, bukan untuk urusan lain"
"di sana sedang berkumpul semua orang, ada orang tua Senja juga aku bersama istri dan anakku Rendra"
mendengar nama Rendra disebut Angel sedikit kaget
untung aja gua ketemu mas Rio disini dan gua belum sempat naik, kalau tidak mati aku di tangan Rendra (Angel)
__ADS_1
"maafkan aku mas, aku tidak tahu kalau kalian semua sedang berkumpul, kalau aku tahu tidak mungkin aku memilih menemui Senja saat ini"
"ya sudah sekarang kamu pulang"
"mas nggak kangen aku?"
Angel mulai menggoda Rio yang sepertinya masih marah, kalau sampai Rio masih marah maka pendapatan Angel akan berkurang banyak
"kalau pun aku kangen kamu apa yang akan kamu lakukan"
"aku mau main-main sama ini" Angel mengelus celana tepat di bawah ikat pinggang Rio
Tak butuh waktu lama, Rio sudah bereaksi dan pasrah saja saat Angel mulai menjalankan aksinya meluluhkan hati Rio
.....................
prang !
Satu kali hantaman dari sebuah apar tabung ke kaca mobil bagian belakang milik Angel seketika menghentikan kegiatan dua manusia di dalamnya.
"keluar" teriak Rendra
Mata merah Rendra menyala menahan air mata dan kemarahan yang membuncah. Hatinya sangat sakit melihat kejadian di depan matanya.
__ADS_1
Kaca mobil bagian belakang milik Angel sudah hancur remuk karena ulah Rendra.