Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 103


__ADS_3

Cindy menghampiri putri semata wayangnya ke dalam kamar, Senja tidak menangis tapi dia termenung seraya melipat tangannya di dada.


"gapapa nak kalau memang kamu punya keputusan sendiri, Bunda nggak akan memaksa kamu agar kembali dengan Radika, terlepas dari perlakuan Radika terhadap kamu, dia adalah sahabat terbaik kamu sejak kalian kecil, dan sebagai seorang sahabat, Radika sekalipun tidak pernah menyakiti kamu kan? jika tidak mungkin bagi kalian kembali bersama sebagai suami-istri setidaknya biarkan Radika tetap menjadi sahabat kamu seperti dulu"


Senja memikirkan perkataan Bunda


"Bunda benar, Radika adalah sahabat ku, aku tidak akan menutup hatiku jika Radika ingin memperbaiki hubungan persahabatan kita, Senja memang tidak akan lagi kembali kepada Radika sebagai istrinya, tapi sebagai sahabatnya mungkin masih bisa "


"itu baru anak Bunda, Bunda tidak pernah mengajarkan anak Bunda untuk menyimpan dendam di hatinya, karena itu adalah penyakit hati yang susah untuk di hilangkan"


"iya Bunda"


......................


"Ja untung lu belum hamil pas kemarin memutuskan untuk berpisah dari Radika"


"gua kontrasepsi Meg"

__ADS_1


"Radika tau?"


"enggak, sejak awal dia ingin punya bayi dari gua, tapi setelah tahu kalau dia dan Angel nggak pernah selesai, gua memutuskan untuk minum pil penunda kehamilan tanpa sepengetahuan dia"


"pinter sih lu"


"lu lupa kalau gua pinter?"


"udah mulai deh"


"he he he"


"gua nyuruh Miko? kapan ya?"


"ituloh waktu mobil gua masuk bengkel"


"gua nggak nyuruh Miko nganterin lu"

__ADS_1


"yakin lu? lupa kali lu"


"enggak, mana ada gua nyuruh, gua udah panik banget waktu dengar Bunda nggak enak badan. wait wait Miko nyamperin lu dan nganterin lu pulang?"


"iya"


"ciyee.... jangan-jangan Miko naksir lagi sama lu"


"ngadi-ngadi lu"


"ciye...ciye..."


......................


Radika terlihat sangat kusut, badannya tidak terawat dan seisi apartemen berantakan tidak karuan. Radika berbaring di kasur kamarnya dan Senja, Radika menciumi baju Senja yang masih tertinggal di apartemen itu. Radika benar-benar kehilangan Senja, bahkan Angel yang sangat dia sukai berulang kali menghampiri Radika di apartemennya,tapi tidak di indahkan oleh Radika.


Pikirannya kacau dan tidak karuan, hatinya benar-benar kosong bersamaan dengan apartemen yang juga terasa kosong di tinggal oleh nyonya rumahnya.

__ADS_1


semua memang salahku, jika aku menyadari lebih awal betapa Senja mencintai ku mungkin sekarang aku tengah berbahagia bersama dia, Senja bersedia membiarkan aku tetap menjalin hubungan dengan Angel sedangkan statusku dan dia sudah menikah. Jika bukan laki-laki bodoh mungkin aku ini laki-laki gila, yang menyia-nyiakan ketulusan istri yang selalu mencintai aku sampai seperti ini. Aku terlalu terobsesi dengan Angel yang setiap kali selalu membuatku ingin memilikinya, sekarang bahkan aku bisa dengan bebas memilikinya, tapi hasrat itu telah hilang dari hidupku. Senja bahkan sudah menandatangani surat cerai itu, aku sama sekali tidak berani menyentuh kertas itu apalagi menandatangani nya. Senja benar-benar pergi dariku, sama sekali bukan ini yang aku inginkan, aku sudah berusaha untuk membuat Senja sebagai prioritas ku tapi ternyata aku terlambat menyadari betapa berharganya istriku. Maafkan aku Senja maafkan aku istriku.


Radika kembali menangisi kebodohannya yang telah menyia-nyiakan istrinya. Radika bangun dan masuk ke kamar mandi.


__ADS_2