
Senja menitikkan air matanya mendengar penuturan yang Radika ucapkan kepada sang Bunda, segera Senja ke dapur untuk mengambil bawang goreng yang tadi menjadi tujuan awalnya.
Cindy dan Radika bergandengan tangan menuju ke ruang makan.
"waduh ada apa nih kok pake gandengan tangan segala kayak mau nyeberang aja Bun?" Senja
"emangnya nggak boleh Bunda gandengan sama anak Bunda sendiri?"
"he he ya boleh sih "
"lagian kamu bukannya seneng lihat menantu sama mertua akur malah di ledekin"
"di kamus Bunda nggak ada namanya menantu sama mertua nggak akur ya, jadi menantu Bunda harus humble ke semua orang kamu dengar Radika?"
"iya Bunda... masa Bunda masih nggak kenal Radika sih? Radika adalah orang yang paling humble sedunia iya kan sayang?"
"iya dong"
Bunda menyuruh Senja untuk memanggil kedua art nya untuk ikut makan malam bersama, begitulah Bunda tidak pernah membedakan orang dari status sosialnya.
......................
Senja dan Radika sudah berada dalam satu ranjang dan satu selimut, mereka sama-sama tidur di ranjang dengan posisi miring saling berhadapan.
"Ja"
"apa?" Radika membelai rambut Senja yang menutupi sebagian wajahnya.
"kita honeymoon ke Bali ya?"
"kemana aja boleh"
__ADS_1
asal sama kamu (Senja)
"tapi..."
"tapi apa?"
"tapi Angel ikut"
Rasanya hati Senja tertusuk sesuatu yang menembus sampai terasa nyeri dan sesak.
"ok"
"gapapa kan?"
"gapapa"
Senja mengubah posisinya membelakangi Radika, Radika memeluk istrinya itu dari belakang.
"makasih ya"
"ok"
"gapapa, tapi aku nggak mau dia gangguin aku, kamu atur sebagaimana mungkin aku nggak lihat dia"
"iya biar aku yang atur"
Mereka kemudian tidur dengan posisi Radika memeluk Senja dari belakang.
Air mata Senja menetes, betapa sakit hati Senja mendengar Radika yang meminta ijin untuk Angel agar bisa ikut pergi ke Bali bersama dirinya.
Ini adalah momen honeymoon untu dirinya dan Radika tapi Radika dengan tega mengajak Angel ikut serta.
__ADS_1
Radika semakin erat memeluk Senja di tidurnya. Mereka sudah terbiasa tidur dengan saling berpelukan semenjak sebelum menikah. Beberapa kali Senja mengusap air matanya yang seakan tidak ingin berhenti meluncur dari matanya.
Lengan Radika yang Senja gunakan sebagai bantal pun tak luput dari cucuran air mata Senja, dan itu membuat Radika terjaga dari tidurnya yang baru sekian menit.
"hey what's wrong?" Radika menggerakkan lengannya agar Senja menghadap ke arahnya
"nothing" Senja mengusap air matanya
"are you okay?"
Senja mengangguk
"kenapa kamu menangis?"
"gapapa tiba-tiba ingat Ayah"
"sekarang ada aku disini sama kamu dan Bunda, nggak ada yang perlu kamu khawatirkan lagi, perusahaan, Bunda, juga kamu semuanya aku yang akan jagain"
"ya , i trust you"
"So, there's nothing more to worry about"
"ya"
"let's continue sleeping"
"ya"
Radika memeluk Senja dengan erat, kehangatan, kenyamanan dan rasa ingin menjaga Senja terasa begitu kuat di dalam diri Radika.
Radika mencium puncak kepala Senja dengan tulus.
__ADS_1
aku sayang kamu Dik, tapi kamu tidak pernah menyadari cintaku, tapi itu tak sepenuhnya salahmu, karena aku pun tidak pernah menyatakan apa yang aku rasakan padamu selama ini. Tetaplah di sisiku senang atau tidak senang kamu kepadaku tidak penting bagiku (Senja)
Mereka berdua benar-benar tertidur kali ini.