Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 29


__ADS_3

Radika melamun di kamarnya, mengingat raut kelelahan yang terpancar dari wajah Bunda.


gua kasihan sama Bunda, gua mau ngejalanin wasiat Ayah untuk menjaga Bunda dan kantor tapi Senja? kenapa dia nggak mau nikah sama gua sih, tapi gua kan ada Angel (Radika)


......................


Senja mondar-mandir di depan ruangan seorang pasien dengan wajah gelisah.


Seorang dokter keluar dari ruangan itu, Senja dengan cepat menghampirinya


"gimana ibu saya dok?"


"kamu keluarga ibu Cindy?"


"iya dok saya anaknya"


"ibu Cindy mengalami stres berat, kelelahan dan juga tekanan di dalam pikirannya, saya sarankan ibu Cindy beristirahat dengan total selama sepekan ini, dan juga jangan membuat ibu Cindy merasa stres. Selebihnya tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi, saya permisi"


"iya dok terimakasih"


Senja segera masuk ke dalam ruangan Bunda dengan hati yang sedikit lega, pasalnya pagi ini Senja mendapati Bunda tersungkur di depan kamar mandi di kamarnya sendiri. Senja sangat takut terjadi sesuatu dengan Bundanya, karena hanya Bunda yang dia miliki saat ini.


"Bunda...."


"Bunda gapapa Senja..."


"hiks....hiks.... Bunda jangan kerja lagi hiks...hiks...."


"kalau Bunda nggak kerja gimana sama kantor Ayah sayang?"


"Senja akan cari orang lain untuk mengelola perusahaan Ayah"


"nggak bisa semudah itu sayang..."


"sstt cukup Senja nggak mau bahas soal perusahaan, kantor atau pekerjaan apapun, yang terpenting adalah kesehatan Bunda"

__ADS_1


"iya sayang..."


......................


"Bunda...." Senja membuka pintu kamar VIP dengan bahagia


"mama?" Senja terkejut karena di dalam ruangan sudah ramai orang, ada Melinda, Rio dan Radika.


"ayo" Radika menarik keluar Senja dengan segera, mimik wajahnya terlihat serius


"Ja lu kenapa nggak bilang sih kalau Bunda masuk rumah sakit?"


"eh bukan nggak mau bilang tapi belum sempat"


"terus kapan rencananya mau bilang?"


"ya sorry"


"Bunda pasti kecapean dan stres "


"ok ! "


"ok apa?"


"ok gua mau mengelola perusahaan Ayah, gua beneran nggak tega lihat kondisi Bunda"


"lu serius?"


"iya"


Senja dan Radika masuk bersama ke dalam ruangan Bunda.


"Bunda..." Radika menggenggam tangan Bunda dengan erat


"mulai besok Radika mau mengelola perusahaan Ayah seperti permintaan Ayah "

__ADS_1


"kamu yakin nak?"


"iya Bunda, Radika udah bertekad dan janji ke Bunda akan bikin perusahaan Ayah semakin maju dan berkembang "


"terimakasih ya Radika "


Semua orang bahagia saat ini, terutama Senja karena tak akan lagi melihat sang Bunda sakit ataupun kecapean lagi.


Di perjalanan pulang....


"kamu serius sama yang kamu bilang ke Bunda Cindy?"


"serius mah"


"berarti kalau gitu kamu juga serius untuk nikah sama Senja kan?"


"nikah?"


"iya dong, bukannya wasiat Ayahnya Senja itu kamu harus jaga Senja, Bunda sama kantor?"


"Radika udah ngobrol sama Senja mah, dan lagi Radika udah punya Angel"


"tapi..."


Rio mengisyaratkan Melinda untuk tidak melanjutkan pembicaraan ini untuk sekarang.


Mereka semua diam sampai mobil berada di rumah.


"pah nggak bisa gitu dong, kan mas Adit maunya mereka berdua menikah"


"iya mah papa tahu tapi kita coba ngobrolnya pelan-pelan ya sama Radika, mama tahu sendiri Radika itu berbeda dengan Rendra dia agak bandel"


"mama papa bisik-bisik apa sih dari tadi?"


"gapapa kok, ayo pah turun"

__ADS_1


Mereka melenggang masuk ke dalam rumah dengan berbagai ide yang akan mereka jalankan.


__ADS_2