Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
132


__ADS_3

"Bunda kenapa tidur di sini? "


"Bunda nungguin kamu, takut kamu kalau pulang dari kantor lapar nggak ada yang masakin jadi bunda di sini menunggu kamu pulang "


"Senja kan udah gede, kalau mau makan ya masak sendiri"


"Bunda lupa kalau putri Bunda ini sudah besar, oh iya tadi siang pak Daniel bilang kalau besok ada rapat direksi, kamu bisa ikut?"


"jam berapa Bunda?"


"setelah makan siang katanya"


"Senja usahakan lah"


"jadi nggak janji nih?"


"Senja usahakan, tapi kayaknya bisa deh, soalnya Senja sidang pagi"


"ya sudah, apa Bunda aja?"


"no Bunda, Bunda diem di rumah Senja bisa kok"


"ya sudah, Bunda nurut sama kamu"


......................


tok...tok...

__ADS_1


Senja bergelayut di pintu ruangan kerja Mega.


"ehm...ehm..."


"eh elu, tumben nyamperin"


"nggak ada yang mau traktir gua apa gitu"


"traktir? dalam rangka apa?"


"beneran nih nggak mau bilang?" Senja masuk dan duduk di kursi kerja Mega dengan menenteng ponselnya


"nih foto siapa yak? kenal deh kayaknya" Senja membuka galeri di ponselnya dan membuka foto yang semalam dia ambil saat akan pulang ke rumah.


Mega membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dia lihat, kedua pipi Mega bersemu merah secara spontan.


"ciyeeee" Senja lebih dulu menghindar dari serangan Mega dan memutari ruangan Mega hanya untuk menyelamatkan ponselnya dari tangan Mega


"cerita nggak lu, curang lu nggak mau jujur sama gua" Senja kembali duduk di sofa yang ada di ruangan Senja, Mega mengikuti duduk di samping Senja


"bukan gua nggak mau cerita, tapi gua sebenarnya belum resmi sih sama Miko, takutnya gua aja yang ke GeEran"


"ke GeEran gimana orang udah jelas si Miko tuh tertarik sama elu"


"gua nggak berani menyimpulkan hal itu Ja, takutnya dia cuma menganggap gua teman biasa "


"ya lu nya harus tegas lah, gimana emangnya perasaan dia ke lu?"

__ADS_1


"kayak bocah nggak sih kalau gua tanya gitu?"


"ya enggak lah, lu kan udah dewasa seharusnya dia paham kalau dia berhubungan sama lu itu artinya apa?"


"gua takut dia risih Ja"


"tapi lu suka nggak sih sama Miko?"


"nggak tahu juga sih, tapi gua seneng kalau dia main ke tempat gua, gua lihat Kenzo bener-bener bahagia banget main sama Miko, lu tahu kan sekarang prioritas gua adalah Kenzo, jika Kenzo oke gua akan oke"


"ya maka dari itu lu harus tegas sama Miko mau di bawa kemana nih kelanjutan kisah kalian berdua?"


"gua sama Miko lebih mudaan dia, gua takutnya selama ini dia cuma care sama Kenzo dan nggak niat serius ngejalanin hubungan sama gua, au ah Ja pusing gua"


"kenapa pusing sih? apa mau gua yang tegesin ke Miko tentang hubungan kalian ini?"


"no no no jangan, gua aja, gua akan tanya sama dia entar"


"beneran lu tanya sama dia, jangan bikin Kenzo PHP urusan sama gua entar"


"iya nanti gua akan memberanikan diri untuk tanya ke Miko"


"gitu dong baru oke, oh iya gua habis ini mau pulang ada urusan di kantor bokap"


"mendadak banget?"


"nggak mendadak sih sebenernya dari semalam Bunda udah bilang ke gua, gua aja yang lupa bilang elu"

__ADS_1


__ADS_2