Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 45


__ADS_3

Radika mengikuti Senja kemanapun Senja melangkah. Masuk ke satu kedai dan keluar membawa paper bag, masuk lagi keluar membawa paper bag lagi dan begitu berkali-kali.


Radika telah menjanjikan Senja untuk berbelanja dengan sesuka hati.


"udah"


Radika melihat isi paper bag dan hanya makanan yang telah di beli Senja.


"lu nggak beli apa-apa lagi? cuma makanan?"


"iya "


"kan gua bebasin lu mau beli apa aja"


"itu aja cukup"


Radika membawa empat paper bag dan Senja membawa tiga paper bag, semuanya berisi makanan.


dan inilah Senja, sahabat ku juga istriku, Senja tidak begitu suka belanja barang-barang berlebihan, padahal kalau di lihat keluarganya lebih kaya dari keluargaku tapi itu tidak membuat dia sombong ataupun menghamburkan uang dengan cara berbelanja berlebihan, tapi pernah Senja sangat kalap entah karena apa aku lihat dia frustasi tapi dia tidak ingin menceritakan itu padaku, aku menghargai itu dan hari itu tiga kali dia berbelanja sepatu heels branded, lalu tas dan baju. Tak main-main Senja menghabiskan hampir satu milyaran, tapi setelah itu Senja sama sekali tidak pernah lagi membeli barang dengan kalap seperti itu.


Orang tuanya tidak menanyainya apa-apa hanya satu pertanyaan waktu itu. Apa yang membuat mu frustasi nak? yah aku sangat ingat Ayah lah yang menanyakan hal itu pada Senja, saat Senja duduk di ayunan belakang rumahnya. (Radika)

__ADS_1


Senja keluar mall dan duduk di bagasi mobil dengan pintu yang masih terbuka. Senja membuka satu persatu paper bag yang dia peroleh dari berburu malam ini.


Radika turut duduk bersama dengan istrinya, memandangi istrinya yang berbinar-binar melihat banyak makanan di hadapannya.


uniknya istriku (Radika)


Radika tersenyum dan sangat gemas


"Ja gua peluk ya"


"lu kenapa?"


"ha ha ha tidak dapat di pungkiri saya memang menggemaskan kan pak?" Senja berlagak dengan menggigit donat yang dia beli


"dasar lu"


"nih mau?"


Radika menggigit donat yang di sodorkan padanya.


"enak kan?" Radika mengangguk

__ADS_1


......................


"honeymoon?" Senja


"iya dong sayang kalian kan pengantin baru dan wajib honeymoon "


"kita nggak honeymoon gapapa kok mah iya kan Dik eh sayang" Senja keceplosan memanggil Radika dengan sebutan namanya dan karena di pelototi oleh Radika Senja pun menggantinya dengan sebutan sayang


"iya mah lagian Radika harus balik ke kantor banyak yang harus Radika selesaikan "


"no! kalian wajib honeymoon, kerjaan kamu di kantor udah ada yang handle dan juga kerjaan Senja sudah di handle sama papa jadi kalian akan honeymoon ke negara E selama dua minggu "


" hmmm ok mah kita akan honeymoon tapi kayaknya nggak keluar negeri deh ya bukan apa-apa di negara kita ini kan juga banyak destinasi wisata yang menarik dan juga kita wajib meramaikan wisata Indonesia iya kan sayang?"


"bener banget kata Senja mah, tuh partner bisnis Bunda juga ada yang nawarin honeymoon gratis sebagai hadiah pernikahan kita loh mah"


"hmmmm jadi gitu, ya sudah ok kemanapun kalian pergi itu nggak masalah yang penting kalian honeymoon dulu yah biar ada Q-time buat kalian"


Melinda meninggalkan Radika dan Senja di ruang tamu berdua, Radika dan Senja telah kembali ke rumah mereka pulang ke rumah Radika.


"honeymoon?" Senja menggeleng-gelengkan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2