Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
151


__ADS_3

Senja turun dari kamarnya setengah jam setelah Radika, Cindy dan Radika sedang berbincang di meja makan, Cindy mengira Radika belum sarapan jadi menyuruh dia untuk ikut sarapan bersama. Demi menghormati Cindy Radika akhirnya ikut makan di meja makan meskipun hanya sebuah apel dan susu.


"pagi Bunda"


"pagi sayang, sini kita sarapan dulu, Radika dari tadi cuma makan apel doang katanya udah sarapan "


"iya Bunda Radika tadi bikin sandwich sama panekuk, Bunda tahu panekuk Radika enak banget"


"oh ya? jadi penasaran"


"besok Radika bikin kan buat Bunda"


"harus dong, masa yang boleh makan masakan buatan kamu cuma Senja "


"he he siap Bunda "


"hmmm Bunda mau tanya sama kalian, Senja kamu duduk dulu"


Senja menuruti perkataan bundanya

__ADS_1


"lalu seperti apa sekarang hubungan kalian berdua? kalau kalian memang sudah memutuskan untuk kembali bersama Bunda sarankan kalian tinggal saja di rumah ini atau di rumah mama Melinda. Bukan apa-apa Bunda cuma takut aja kalau kami sebagai orang tua gagal untuk mempertahankan hubungan kalian seperti yang sebelumnya "


"iya Bunda Radika akan menuruti kata-kata Bunda dan mama, kami akan tinggal di sini, maafin Radika ya Bunda"


"lupakan semuanya, kalian mulai semuanya dari awal, jadikan ini sebagai pelajaran agar kedepannya kalian bisa saling mempertahankan dan mencintai satu sama lain dengan tulus, Bunda sangat sedih mengingat apa yang pernah menimpa kalian"


"doakan semuanya membaik Bunda "


Senja mendekat dan memeluk Cindy dengan erat.


"bahagia selalu sayang" Cindy menitikkan air mata untuk kebahagiaan putrinya.


......................


"thanks ya Meg, thanks juga ya udah mau bantu gua mengurus pembatalan pengajuan perceraian ini, soalnya udah bukan ranah gua di situ"


"lu aja yang males, sebenarnya kalau lu mau telpon doang aja udah kelar nih urusan"


"ya kalau gitu apa gunanya lu dong sebagai sahabat gua"

__ADS_1


"sahabat konon, eh Ja gua masih penasaran sama yang kemarin lu bilang, masa si Kenzo ngomong gitu ke lu?"


"bukan cuma itu, Kenzo bilang kalian mandi berdua, kalian ciuman, stres ya lu berdua, ngelakuin hal itu di depan anak-anak"


"astaga Ja beneran gua nggak sengaja, gua juga nggak tahu kalau Kenzo sampai tahu sejauh itu tentang gua dan Miko, gua kira dia tidur"


"lu kan bisa tutup dan kunci kamar lu, anak sekecil Kenzo matanya udah ternodai atas perlakuan emaknya astaga, malang banget nasibnya Kenzo, apa biar gua aja yang ngasuh Kenzo?"


"apaan sih lu lama-lama kayak si Hendra lu mau ambil Kenzo dari gua"


"dari pada lu biarin dia mencerna hal yang belum seharusnya dia lihat, oh iya by the way rasanya sama Miko?"


"sialan lu malah tanya kek gituan lagi, tapi si Miko oke juga loh ha ha ha"


"jadi beneran nih mau berjuang untuk sebuah restu dari orang tua Kenzo dan juga keluarganya?"


"pasti dong Ja, gua nggak mau gagal lagi kali ini, gua dan Miko udah komitmen dan akan saling berjuang untuk kedepannya "


"gua turut senang dan bahagia kalau lu juga happy sama Miko"

__ADS_1


"makasih ya Ja, gua juga turut bahagia buat lu"


Mereka berpelukan merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan secara hampir bersamaan seperti ini.


__ADS_2