Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 36


__ADS_3

POV Radika


Bukankah itu Senja? bersama siapa dia masuk ke private room itu? sial apa yang dia lakukan bersama laki-laki lain di sana?


Radika yang sedang berjalan kembali ke mejanya dari toilet membelokkan langkah kakinya menuju private room yang ada di ujung lorong. Radika melihat seorang pelayan mengantarkan makanan ke dalam private room itu.


nggak salah lagi itu Senja, aku akan memergokinya, bukankah seharusnya hari ini aku dan dia harus fitting terakhir sebelum hari pernikahan kita? astaga kenapa aku kesal? tidak-tidak dia adalah calon istriku apa jadinya jika orang lain melihat dia dengan laki-laki lain sebelum hari pernikahan kita? aku harus membawa Senja pulang saat ini juga


Radika sudah kesal dan tanpa perhitungan yang matang Radika langsung membuka paksa pintu private room itu.


Abang Rendra?


"wow"


"Radika?" Senja

__ADS_1


"kenapa kaget? private room?" Radika tertawa sinis


"apa sih lu" Rendra berdiri menghampiri Radika di ambang pintu


"kalian mau ngapain segala pakai pesan private room?"


sial Senja sama sekali tak menghiraukan aku


"lu apaan sih nggak jelas lu" Rendra


"heh" Radika menarik tangan Senja dengan kasar hingga Senja terhempas mundur hampir jatuh


"lu apaan sih hah? kenapa lu kasar?" Senja


"harusnya hari ini lu fitting baju pengantin sama gua tapi lu malah makan disini sama bang Rendra maksud lu apa?" Radika tak kalah lantang

__ADS_1


"terus lu sendiri disini sedang apa dengan Angel? lu pikir gua nggak tahu ?"


Senja menghempaskan tangan Radika kemudian mengambil tas nya dan pergi dari restoran Jepang itu dengan segera.


jadi dia tahu aku disini bersama Angel makanya dia bersama bang Rendra? apa sebenarnya yang terjadi padaku melihat Senja pergi seperti itu hatiku terasa kesal apalagi seharusnya dia bersamaku saat ini bukan dengan bang Rendra. Maaf Ja aku terlalu kasar denganmu, aku ingin mengejar mu dan membawamu pulang bersamaku tapi tidak ku lakukan mengingat kekesalan mu tempo hari kepada ku


......................


Senja sudah siap dengan gaun pengantin yang indah yang telah di rancang khas untuknya di hari pernikahannya.


Cindy tak henti-hentinya melebarkan senyumnya kepada semua orang, terlihat jelas kebahagiaan tengah menyelimuti hati Cindy. Lagi-lagi Cindy ke kamar mengecek apakah putri semata wayangnya telah selesai bersiap atau belum.


Tamu undangan sudah berdatangan. Tidak banyak karena hanya keluarga dekat dan juga para sahabat yang menghadiri akad nikah Senja dan Radika. Baru ketika resepsi pernikahan mereka akan mengundang banyak tamu undangan, baik dari keluarga Senja maupun Radika. Teman-teman sesama pengusaha Cindy juga para kolega dari Romario juga semua teman arisan Melinda.


Senja menatap dirinya di depan cermin, benar-benar tidak ada kebahagiaan yang terpancar di sana.

__ADS_1


menikah denganmu dengan cara seperti ini sama sekali bukan keinginan ku dan benar aku tidak bisa membohongi perasaanku, aku tidak bisa bahagia meskipun memilikimu sudah jelas di depan mata ku. Rasa cintaku kepadamu tidak pernah pudar namun saat ini perasaan itu entah dimana aku pun tidak menemukannya. Keterpaksaan mu menyetujui ini yang telah membuat hatiku seakan mati rasa, melihatmu saja benar-benar membuat ku jijik akan diriku yang mau saja menerima ketidakmampuan untuk mencari kebahagiaan ku. Alasan ku hanya Bunda dan aku berharap Bunda akan mendukung apa yang telah aku pilih jika suatu saat nanti Bunda tahu yang sebenarnya (Senja)


__ADS_2