Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 107


__ADS_3

Senja telah sampai di rumahnya lagi, bayangan kesepian kembali datang di pikiran Senja.


"eh kamu ngelamun" Miko menyentuh lengan Senja yang tak kunjung bergeming padahal mobil sudah lumayan lama berhenti di depan rumah Senja


"astaga sorry-sorry"


"ada masalah?"


"nggak ada cuma capek aja kali, kamu mau mampir?"


"udah malem nggak enak sama orang rumah"


"ya udah deh, makasih ya buat hari ini"


"aku yang makasih, aku suka main dengan Kenzo"


"suka main sama Kenzo apa suka lihat mamanya?"


"nggak ada yang kayak gitu"


"aku tahu kok kapan hari kamu nganterin Mega pulang kan"

__ADS_1


Wajah Miko memerah karena malu


"kamu tahu dari Mega?"


"nggak secara langsung juga sih, dia bilang makasih ke aku karena udah nyuruh kamu jemput dia katanya"


"he he he maaf ya aku pake nama kamu"


"it's okay, gapapa yang penting kamu serius sama Mega"


"beneran nggak ada yang kayak gitu" Miko masih mengelak, mungkin karena malu


"udah deh, aku masuk dulu ya "


Senja turun dari mobil Miko kemudian terlebih dahulu menunggu Miko pergi meninggalkan rumah barulah Senja masuk ke dalam rumahnya.


Keadaan rumah yang benar-benar sepi, Cindy tengah berada di rumah orang tuanya yaitu nenek Senja, rumah hanya ada Senja sendiri. Senja menaiki tangga dengan malas, sangat malas.


coba aja hari ini gua masih sahabatan sama Radika, pasti dia akan disini nemenin gua dan menginap di rumah ini, rasa sayang ke dia sama sekali nggak berkurang (Senja)


......................

__ADS_1


Radika sudah selesai membersihkan apartemennya yang beberapa waktu ini benar-benar berantakan. Radika mandi kemudian duduk menikmati waktu di temani segelas coklat hangat yang biasa Senja buat untuknya. Radika duduk memandangi keluar jendela, gemerlap lampu di kota terlihat indah dari jarak setinggi ini.


Air mata Radika menetes tanpa di sadari, ingatannya kembali ke masa di mana Senja selalu berada di sisinya.


maaf kan aku menyia-nyiakan kamu yang selalu mencintai ku, saat ini aku merasa hidupku tidak ada artinya lagi sekarang ini, karena kebodohan ku aku kehilangan orang yang begitu mencintai aku (Radika)


Radika merasa dirinya benar-benar hampa tanpa kehadiran Senja di hidupnya.


sedang apa kamu sayang? aku rindu (Radika)


Seperti ada satu perasaan yang sangat menancap di hati Radika, ngilu, sakit, entahlah tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Radika menenggelamkan wajahnya di antar lutut kemudian terlihat pundaknya bergoncang, Radika menangis.


Senja merasakan hatinya tiba-tiba saja ngilu dan sulit bernafas, ingin menangis tapi tidak tahu sebabnya apa. Hatinya gelisah tak karuan, Senja benar-benar menangis tanpa tahu sebab apa yang membuatnya menjadi se sedih itu.


Senja sampai merasa dadanya sesak. Senja kemudian duduk menenangkan diri di dekat jendela kamarnya. Senja meraih gelas berisi air kemudian meneguknya hingga habis, tapi ketenangan itu tak kunjung datang.


Senja mondar-mandir bingung dengan apa yang dia rasakan. Sesak di dada lantaran kesedihan yang tidak tahu sebabnya.


Senja menjatuhkan dirinya di atas kasur kemudian menyembunyikan wajahnya di balik selimut tebal. Mata Senja di pejamkan dengan paksa agar segera terlelap dan melupakan kegundahan hatinya.


Sama sekali itu tidak membantu, Senja benar-benar bertambah gelisah lagi.

__ADS_1


"Radika ada apa denganmu?"


__ADS_2