Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 88


__ADS_3

"rencana Abang setelah ini apa?"


"jujur Abang masih bingung, haruskah Abang bilang ke mama? atau Abang harus diam saja? Abang benar-benar nggak ngerti Ja"


Mereka berdua berada di ruangan Senja sejak pagi, sebenarnya Senja tidak ada jadwal hari ini, tapi demi bisa berbicara secara leluasa dengan Rendra akhirnya Senja beralasan masuk kantor hari ini.


Mega datang dengan mobilnya sedikit terburu-buru, Mega sedikit berlari untuk naik ke kantornya, di lobby seorang resepsionis memanggil Mega


"Bu Mega" Mega menghampiri resepsionis itu


"ada apa?"


"ini ada titipan dari seseorang, oh iya Bu Senja juga sudah di ruangannya"


"dari siapa ini?"


"kurang tahu Bu tadi sudah disini ketika saya datang"


"tadi kamu bilang Senja sudah datang?"


"iya Bu, Bu Senja di ruangannya sedang menerima tamu"


tamu? siapa ya nggak biasanya Senja terima tamu di kantor (Mega)


"oke makasih ya"


"sama-sama Bu Mega"


Mega mulai penasaran karena hari ini seharusnya Senja tidak ada jadwal, Mega masih membawa kotak kiriman untuknya yang entah dari siapa Mega juga nggak tahu.


Mega terlebih dahulu menyelesaikan pekerjaannya di ruangannya. Setelah selesai Mega mengambil ponselnya kemudian menghubungi Senja


"hai Ja lu di kantor?"


"kok lu tahu?"


"resepsionis tadi yang bilang ke gua, ada urusan?"


"nggak ada cuma pengen ke kantor aja"

__ADS_1


"are you okay?"


"benar-benar nggak ok Meg"


"mau gua temenin?"


"boleh"


Mega pergi ke ruangan Senja setelah mendapat persetujuan dari Senja.


tok...tok..


"masuk Meg" suara Senja terdengar lesu, Mega masuk dan melihat Rendra di sana


"hai"


"hai Meg, Meg kenalin ini Abang Rendra abangnya Radika"


"Mega"


"Rendra"


"it's okay Bang, aku bisa handle semuanya"


"I trust you, Abang balik dulu ya, nanti kita ketemu lagi"


"iya Bang hati-hati"


"Mega kamu tolong jaga Senja ya anggap dia sebagai keluarga kamu sendiri" tiba-tiba Rendra memegang salah satu pundak Mega dan berkata demikian.


"ok" Mega tersenyum


Rendra kemudian keluar ruangan


......................


"lu yakin baik-baik aja nggak cerita ke gua?"


"gua akan cerita tapi nggak sekarang, menurut gua ini udah fatal banget"

__ADS_1


"it's okay gapapa, kapanpun lu mau cerita gua akan dengan senang hati mendengarkan"


"thanks ya Meg" Senja memeluk Mega, rasanya air matanya sudah kering dan tidak mampu lagi keluar untuk mengekspresikan kesedihannya.


"mau ngopi di depan?"


"boleh"


"gua ke ruangan gua dulu ya mau ambil tas"


"gua tunggu di depan"


"oke"


Mega lebih dulu masuk ke ruangannya mengambil tas dan kotak yang di berikan resepsionis padanya tadi. Mereka bertemu di depan lift kemudian berjalan menuju cafe yang ada di seberang kantor.


"lu bawa apa?"


"belum tahu isinya "


"kok bisa?"


"ini titipan "


"dari?"


"nggak tahu ha ha ha"


"aneh lu"


"tadi gua di kasih sama resepsionis katanya titipan buat gua, giliran gua tanya dari siapa dia bilang nggak tahu"


"penasaran gua Meg"


"buka aja"


Sambil menunggu pesanan mereka berdua di buatkan oleh koki, Senja yang memang selalu penasaran dengan sesuatu, tanpa aba-aba langsung membuka kotak yang ukurannya sedang dan tidak begitu besar.


Setelah di buka, Senja benar-benar kaget karena di dalamnya ada beberapa gepok uang dolar dan satu black card.

__ADS_1


__ADS_2