Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 37


__ADS_3

Seseorang memegang kedua pundak Senja dengan lembut.


"calon menantu mama yang cantik" Melinda


Senja tersenyum menanggapi pujian dari sang calon mertua, yah hanya tersenyum tanpa melontarkan satu kata pun.


tok...tok...tok...


Senja bisa melihat dari pantulan cermin, Radika berdiri di pintu telah lengkap dengan beskap putih senada dengan kebaya Senja


"mama aku mau ngomong beberapa hal dengan Senja berdua saja boleh?"


Melinda tidak berkata namun matanya mengernyit heran tapi sesaat kemudian mengizinkan Radika masuk ke kamar sementara Senja yang selama beberapa hari ke depan akan menjadi kamar mereka berdua.


Radika menutup pintu dan menguncinya setelah Melinda keluar.


Radika duduk berjongkok di depan Senja, memegang kedua tangan Senja dengan erat.


"Will you marry me?" Radika


"pertanyaan macam apa ini?"

__ADS_1


"ayolah aku hanya melakukan yang seharusnya aku lakukan"


"untuk apa? toh aku sudah di hadapanmu memakai kebaya yang couple dengan beskap mu dan sebentar lagi akan menjadi istrimu setelah kamu mengucapkan ijab itu"


Radika menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"aku ingin menikahi mu dengan layak dan benar"


"agar tidak ada yang curiga dengan pernikahan kontrak ini? sudahlah Radika kamu tenang saja aku akan bersandiwara sebaik mungkin selama kamu dengan sungguh-sungguh mengelola perusahaan Ayah ku"


benar apa yang Senja katakan, ini hanya pernikahan kontrak dan tidak perlu seakan-akan ada cinta diantara kita (Radika)


......................


Radika telah siap dengan duduk berhadapan dengan seorang laki-laki yang berperan sebagai seorang yang akan menikahkan nya dengan Senja. Terlihat Senja hadir berjalan dengan anggun dari tangga menuju aula hotel tempat mereka menikah.


Sama sekali tidak ada senyuman di wajah Senja, Senja bahkan hampir sering terlihat melamun.


deg


Radika merasa ada perasaan aneh yang hadir di dalam hatinya, resah juga bahagia terasa seperti ketika akan menyanyi di atas panggung, nervous bercampur perasaan tiba-tiba ingin buang air. Melihat Senja yang anggun dan cantik berbalut baju pengantin adat Sunda dan tak tertinggal siger khas Sunda yang bertengger di atas kepala Senja menambah ayu paras gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu menambah perasaan grogi di diri Radika.

__ADS_1


Senyum Radika merekah menyambut Senja yang akan duduk di sampingnya.


"saya terima nikah dan kawinnya Sandhya Arunika.........."


"sah"


"sah"


Tepuk tangan meriah diiringi tangis bahagia Cindy serta Melinda mewarnai sah nya pernikahan antara Radika dan Senja. Ternyata Senja juga ikut menitikkan air mata mengingat sang Ayah yang seharusnya di posisi penghulu untuk menikahkannya namun takdir berkata lain, tuhan lebih sayang kepada Ayah Senja hingga lebih dulu memanggilnya.


Senja mencium tangan Radika yang telah sah menjadi suaminya kemudian Radika mencium kening Senja sambil terpejam.


Ada perasaan bahagia dan juga lega ketika telah selesai melakukan akad untuk memiliki Senja seutuhnya.


......................


Hari telah larut dan sanak keluarga yang hadir di persilahkan untuk beristirahat di kamar masing-masing untuk bersiap melakukan resepsi pernikahan esok harinya yang berada di tempat yang sama yakni aula hotel.


Senja di bantu MUA untuk melepaskan semua printilan yang terpakai di badannya dan setelah semua sudah selesai Senja membuka kopernya mencari baju tidur yang sebelumnya sudah di siapkan oleh Cindy.


Senja kebingungan

__ADS_1


__ADS_2