
Radika benar-benar merindukan Senja istrinya. Jika dulu setiap saat dia bisa memeluk dan menghilangkan stres nya di ceruk leher Senja, maka berbeda hal nya dengan sekarang. Jangankan memeluk, menyentuh saja sudah tidak ada keberanian lagi.
Radika bersungguh-sungguh akan berubah dan ingin memperbaiki hubungan antara dirinya dan Senja. Bagaimana pun jug Senja adalah wanita yang mencintai dia sepenuh hati, Radika sendiri sebenarnya bingung dengan dirinya, apakah sebenarnya dirinya itu jatuh cinta pad Senja atau hanya sekedar kebiasaan selalu bersama.
Radika tidak bisa melupakan bagaimana Senja mencintainya, Senja rela melakukan apa saja untuk kebahagiaan Radika. Bahkan Senja rela menikah dengan Radika yang masih berstatus kekasih dari Angel saat itu.
Semua Senja lakukan tulus dari hatinya, dia hanya ingin melihat Radika bahagia, meskipun itu bukan dengannya. Tapi kini semuanya sudah berubah, ketulusan yang Senja miliki sejak dulu, sekarang tidak akan pernah Radika temui lagi. mungkin Senja sudah lelah dengan semua sandiwara yang sudah dia lakoni selama ini.
Senja lelah memaksakan senyumnya di depan semua orang, kini dia lebih bebas lagi dan menjadi dirinya sendiri, meskipun di dalam lubuk hatinya yang paling dalam cintanya kepada Radika tidak pernah pudar sekalipun. Senja masih menjaga cintanya walaupun kini mungkin Radika telah menyadari cinta yang Senja berikan kepadanya selama ini, tapi sepertinya perasaan Senja terlalu sakit untuk memaafkan dan juga kembali menerima Radika untuk menjalin rumah tangga mereka lagi.
Perjalanan pernikahan mereka berdua telah banyak menguras emosi dan juga kesabaran Senja, mungkin inilah saatnya bagi Senja untuk mengistirahatkan perasaannya agar tetap sehat dan juga baik-baik saja.
"Dik kok bengong, ayo makan"
__ADS_1
"eh iya Bunda"
Sebenarnya dari tadi Senja sudah melihat ke arah Radika yang sama sekali tidak fokus dengan makanannya, Radika terus saja menatap dirinya tanpa berkedip.
Acara makan malam cepat selesai, Senja duduk di ruang tamu menyalakan televisi dan menikmati acara yang ada, sesekali Senja melihat ke arah ponselnya, mungkin saja ada pesan whatsapp masuk agar jika Radika tengah melihatnya maka itu akan membuat seolah-olah Senja tengah seribu dengan ponselnya.
Radika duduk di samping Senja dan merapatkan duduknya ke tubuh Senja.
"suka-suka aku lah"
Senja akan beranjak pindah dari tempat ia duduk ke kursi yang lain, tapi Radika dengan sigap menahan tangan Senja agar tetap duduk bersama dengan dirinya.
"disini aja, aku cuma pengen deket dengan kamu"
__ADS_1
"sempit"
Radika merangkul tubuh Senja hingga tidak bisa bergerak lagi
"stop! jangan bergerak, sebentar saja aku ingin merasakan kehangatan kamu" Senja diam menurut
"aku rindu" Radika berbisik di telinga.l Senja, Radika menyandarkan keningnya di kening Senja.
"aku minta maaf, aku akan memperbaiki semuanya, tolong kembali lah bersamaku lagi" Radika berkata sambil memejamkan matanya, Senja terenyuh, Senja sama sekali tidak melihat kedustaan di ekspresi Radika. Radika tulus, Senja melihat ujung mata Radika menggantung air mata yang siap menetes kapan saja.
Sebelumnya Senja tidak pernah melihat Radika serius seperti sekarang ini, Senja benar-benar bingung, hatinya masih menginginkan Radika seutuhnya, tapi pikirannya berlari ke masa di mana Radika dengan sengaja menghianati pernikahan mereka.
apa yang harus aku lakukan? (Senja)
__ADS_1