Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 102


__ADS_3

Senja masih di kamarnya, merenungi nasib pernikahannya dengan Radika yang sudah kandas.


"anak Bunda.... jangan ngelamun terus dong sayang"


"enggak ngelamun Bunda, cuma sedang berfikir aja"


"jangan pikirin apa-apa, sekarang yang terpenting adalah kamu happy, oh iya Bunda udah terima surat resign Radika pagi tadi"


"oh ya? terus siapa yang ngurusin kantor sekarang Bun?"


"ada sekertaris kepercayaan ayah kamu, namanya pak Daniel, kemarin yang bantu Radika di kantor juga dia"


"Bunda yakin dia orangnya bisa di percaya?"


"insyaallah bisa sayang, dia adalah orangnya ayah kamu dari dulu"


"sukur deh kalau gitu"


"makan malam yuk, mau makan malam di luar?"


"di rumah aja deh kayaknya, Senja males banget keluar rumah Bun"


"ok kita makan malam di rumah"

__ADS_1


Senja dan Cindy turun bersamaan menuju meja makan, mereka berdua makan di temani art yang juga makan di meja yang sama dengan mereka.


"ibu maaf ada tamu"


Satpam depan rumah nyelonong masuk karena tidak menemui siapapun di ruang tamu


"siapa pak?"


"tuan dan nyonya Rio"


"Rio dan Melinda? suruh mereka masuk"


Cindy dan Senja menyudahi makan nya dan beranjak dari meja makan.


"Mel" Cindy menyapa Melinda terlebih dahulu


"aku baik-baik saja Mel"


"Senja mana mbak?"


"ada di dapur, bik panggil Senja ya"


"iya Nya "

__ADS_1


Cindy mempersilahkan Melinda dan Rio untuk duduk dan menunggu Senja


"mama" Senja menyapa mantan mama mertuanya, menyalami dan mencium punggung tangan Melinda dan Rio


"mbak Cindy tentu tahu kedatangan kami kemari ingin membicarakan tentang apa"


"aku paham Mel, tapi aku tidak ingin membahas itu sementara ini, bagaimanapun Senja adalah anakku dan kebahagiaan dia adalah prioritas utama ku"


"kami mengerti mbak, tapi kamu mohon untuk mempertimbangkan lagi keputusan Senja mengakhiri pernikahan mereka"


"kalau itu aku tergantung Senja Mel, bagaimanapun juga Senja lah yang menjalani pernikahan ini, aku menyerahkan semua keputusan di tangan Senja "


"Senja mama mohon ke kamu nak" Melinda mulai menangis


"ini bukan hanya tentang Senja mah, Radika sama sekali tidak mencintai Senja, selama kami bersama Radika tidak pernah melepaskan Angel, lalu bagaimana dengan ku mah?"


Di beri pertanyaan seperti itu Melinda terdiam, dia benar-benar tidak bisa menjawab.


"semua salah papa, maafkan papa nak maafkan papa" Rio tiba-tiba turun dari sofa dan bersujud di kaki Senja, segera Senja membantu Rio untuk berdiri


"papa jangan seperti ini, papa nggak ada hubungannya dengan rumah tanggaku dan Radika, mungkin memang benar papa bersalah tapi bukan padaku tapi pada mama, lagipula untuk apa mama dan papa capek-capek menemui aku untuk kembali pada Radika, sedangkan Radika sendiri tidak ada usaha untuk memperbaiki hubungan ini"


"Radika yang meminta kami datang menemui kamu sayang, sebenarnya kami sudah sangat malu tapi kami tidak tega melihat Radika yang tidak bersemangat hidup lagi" Melinda

__ADS_1


"sudahlah mah, untuk sementara waktu aku tidak ingin membahas ataupun memikirkan hal ini, aku lelah, mama papa aku pamit ke kamar dulu ya, mama bisa lanjutkan ngobrol dengan Bunda "


Semua orang terdiam tidak menjawab perkataan Senja, Melinda sebenarnya paham dengan sakit hati yang di rasakan oleh Senja, toh sebenarnya dirinya pun merasakan hal yang sama, tapi sungguh Senja adalah kesayangan Melinda, sehingga Melinda hanya ingin Senja.


__ADS_2