
Rendra tengah memutar kembali video yang telah di ambil oleh anak buahnya.
kamu pikir kamu terlalu pintar Angel (Rendra)
Rendra menyimpan kembali flashdisk yang menjadi satu dari sekian banyak bukti kelakuan bejat Angel.
Hari itu dimana Rendra datang menemui Angel untuk melakukan janjinya kepada Angel...
flashback on
Angel menindih Rendra dengan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun.
Angel kembali menciumi Rendra di berbagai area wajahnya. Angel meraba dada Rendra dengan jari jemarinya yang lentik dan terlatih.
Angel membuka satu persatu kancing baju Rendra, tapi sebelum benar-benar semua terbuka Rendra menghentikan tangan Angel.
"lakukan persyaratanku " Rendra
__ADS_1
"baiklah sayang" Angel mengambil sebuah kain di laci dan memberikannya kepada Rendra. Angel duduk membelakangi Rendra kemudian Rendra menutup mata Angel dengan kain di tangannya.
"aku akan bercinta denganmu menggunakan sensasi yang baru" Rendra
"apa saja yang kamu mau sayang" Angel kemudian di giring Rendra ke atas ranjang dan menidurkannya.
Rendra meninggalkan Angel yang terlentang tanpa busana di atas ranjang, Rendra mengisyaratkan seorang anak buahnya untuk membawa masuk seorang laki-laki bertubuh tinggi besar. Perawakannya sangat mirip dengan Rendra, tak lupa anak buah Rendra menyemprotkan parfum mahal milik Rendra se berbagai bagian tubuh laki-laki itu.
Rendra duduk tak jauh dari sana, melihat dengan jelas adegan mesum yang di lakukan Angel dengan laki-laki itu. Anak buah Rendra memasang satu kamera, tentu saja untuk merekamnya.
Mereka bergulat selama kurang lebih satu jam setengah, dan Angel benar-benar menepati janjinya tidak membuka tutup di matanya sama sekali. Sebagai laki-laki normal tentu saja Rendra merasa tidak nyaman melihat adegan dewasa di depan matanya secara langsung. Ke laki-lakiannya di uji dengan kegiatan di depannya.
"aku akan ke toilet dulu" ucap Rendra kepada Angel
Di kamar mandi, Rendra melepas kemejanya, mengacak-ngacak rambutnya dan memercikkan air ke beberapa bagian tubuhnya semua di lakukan agar terlihat seakan-akan Rendra tengah berkeringat.
Keluar dari kamar mandi Rendra sudah tidak melihat kamera dan juga beberapa anak buahnya yang tadi bersamanya di dalam. Rendra naik ke ranjang dan duduk bersandar di samping Angel yang masih saja lemas.
__ADS_1
"aku akan pulang" mendengar hal itu Angel spontan langsung bangkit kemudian melepas ikatan matanya
"kenapa sangat buru-buru sayang? aku masih ingin merasakan kehangatan mu"
Angel berpindah menjadikan paha Rendra sebagai bantal, Angel dengan sengaja akan membuka resleting celana Rendra tapi dengan sigap Rendra menyergap tangan Angel.
"biarkan dia beristirahat dulu, dia kelelahan meladeni lubang mu yang nikmat"
"benarkah itu sangat nikmat sayang?"
"tentu saja. Aku harus segera kembali. Tepati janjimu padaku"
"aku akan menepatinya demi kamu sayang" satu kecupan mendarat di pipi Rendra. Rendra bangkit dari ranjang kemudian memungut kemeja yang ada di lantai.
Angel juga bangkit mengikuti Rendra.
"pakai pakaian mu aku tidak ingin anak buah ku melihatmu seperti itu"
__ADS_1
"baiklah sayang" Angel merasa berbunga-bunga karena perkataan Rendra yang dia rasa sangat manis