Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 87


__ADS_3

Rio segera membenahi celananya yang sudah tidak karuan dan segera turun, Rendra masih memegang apar di tangannya.


mampus gua (Angel)


"laki-laki brengsek" Rendra melempar apar kemudian menghajar Ayahnya dengan tangan kosong


"papa bisa jelasin Bang"


"gua bukan anak lu dasar laki-laki go***k to**l kelakukan lu nggak pantes di sebut ayah untuk siapapun"


Berkali-kali Rendra membogem Rio dengan kedua tangannya yang kekar dan penuh amarah.


"maafkan papa bang..." suara Rio merendah


plak


plak


plak


berkali-kali Rendra masih menghujani Rio dengan pukulan-pukulan yang tidak bisa di bilang ringan.


Angel turun dari mobil akan melarikan diri dan meninggalkan mobilnya tapi terlihat oleh Rendra. Rendra melepaskan Ayahnya kemudian menjambak rambut Angel agar tidak pergi.


"mau kemana lu wanita Ja***g pe****r kelas teri"

__ADS_1


"aaah sakit kak Rendra lepaskan aku"


"Abang lepaskan dia, dia tidak tahu apa-apa"


"diem lu" Rendra menunjuk tepat di muka Rio. Rio diam seketika melihat kemarahan anaknya yang sebelumnya tidak pernah dia lihat.


"kalian berdua cocok, yang satu pe****r yang satu penghianat" Rendra benar-benar sangat marah hingga dia tidak perduli lagi bahwa Angel adalah seorang wanita


"Abang lepasin ini kenapa?" Senja tiba-tiba datang melerai Rendra yang masih saja menjambak rambut Angel


"Ja kamu ngapain kesini?" suara Rendra melunak


"Abang lepasin ada apa ini?" Senja mulai menangis melihat papa mertuanya bonyok di mana-mana dan Angel yang kesakitan karena rambutnya yang masih di cengkeraman Rendra


Rendra melepas tangannya dari rambut Angel kemudian memeluk adik iparnya itu dengan tangisan yang sudah tidak dapat di bendung lagi.


"Abang minta maaf Ja, Abang gagal jagain keluarga Abang sehingga kamu dan mama terluka"


"maksud Abang apa?" Rendra masih saja menangis di pelukan Senja yang juga menangis.


......................


Besoknya...


Rendra duduk menyilangkan kakinya sedangkan Senja berdiri di belakang jendela menghadap ke luar. Senja menyeka air matanya beberapa kali.

__ADS_1


"sejak kapan Abang tahu hal ini?" Senja


"belum lama"


"Abang tahu sebenarnya sampai sekarang Radika dan Angel masih bersama "


Rendra mengusap wajahnya dengan kasar, merasa frustasi mengingat apa yang sudah dia lakukan selama ini ternyata sia-sia.


"Abang gagal Ja"


Senja menghampiri Rendra dan duduk di sampingnya


"Abang... it's okay, ini bukan salah Abang, yang salah Radika dan papa, yang terpenting sekarang gimana kalau mama sampai tahu tentang ini?"


"Abang juga bingung Ja" Senja mengelus punggung Rendra


"Abang jangan pikirin tentang pernikahan Senja, Senja udah tahu semuanya Bang, Senja akan berusaha memperbaiki semuanya, tapi kalau Radika benar-benar tidak bisa meninggalkan Angel, itu artinya Senja yang harus meninggalkan Radika "


"Abang setuju dengan kamu, biarkan Radika merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang sangat mencintai dia"


Senja mengangguk


"terimakasih Abang sudah mau mengusahakan keutuhan keluarga Senja "


Rendra sudah menceritakan segalanya tentang semua perjanjian dengan Angel, tentang Angel yang meminta satu malam dengannya, dan juga tentang Angel yang sudah Rendra tipu. Tentang Rio yang sebenarnya telah lama menjadi pelanggan Angel. Semuanya tanpa terkecuali.

__ADS_1


Berkali-kali Senja mengucapkan terimakasih kepada Rendra, tidak banyak yang tahu apa yang Rendra lakukan demi keutuhan keluarga Senja. Tapi memang pada dasarnya Radika yang enggan mempertahankan pernikahannya.


__ADS_2