
Cindy menghentikan langkahnya saat melihat putrinya berada di pelukan Radika. Cindy juga ingin mereka berdua baik-baik saja, Cindy membiarkan kejadian itu dan berlalu masuk ke dalam kamarnya.
semoga semuanya menjadi lebih baik mulai dari sekarang (Cindy)
Radika masih memejamkan matanya menikmati aroma tubuh Senja yang sangat dia rindukan.
"kita sudah seperti ini selama kita bersama, lalu tiba-tiba kamu pergi menghilang dari hidupku, kamu tahu? kamu ibarat heroin yang membuatku kecanduan. Aku seperti kehilangan nafasku saat ingat kamu tidak lagi bersamaku. Selain kamu pergi ke luar negeri waktu itu, kita tidak pernah sekalipun jauh atau berpisah satu sama lain. Hanya saat dimana kamu memutuskan bercerai dariku itu semua terjadi. Kamu tahu perasaan ku? Aku seperti kehilangan nafasku, sesak sekali. Maafkan aku... aku terlena, tapi aku bersumpah demi apapun aku tidak pernah menyentuh Angel sejauh aku bersentuhan dengan mu. Kamu satu-satunya "
Radika berkata panjang lebar, Senja menangis mendengar itu, tapi Senja harus tetap dengan pendiriannya.
"maafkan aku" kembali lagi Radika meminta maaf
Radika merengkuh Senja ke pelukannya, Radika meleburkan kerinduannya begitu juga Senja, bagaimana pun juga Senja tetap merindukan Radika. Bertahun-tahun mereka bersama dan benar kata Radika, mereka tidak pernah berpisah kecuali saat Senja ke luar negeri.
Radika melepas pelukannya, Senja menunduk tak kuasa melihat ke dalam mata Radika.
Radika memegang kedua pipi Senja dan menghadapkan ke arahnya.
"maafkan aku, mari kembali bersama, aku akan memperbaiki segalanya"
__ADS_1
"tunggu, tidak sekarang, biarkan aku menyembuhkan hatiku terlebih dahulu. Aku terlalu sakit hati"
Radika melepas Senja
"aku tunggu, aku akan menunggu selama apapun kamu mau"
......................
"pasti ngelamun" Mega duduk di sebelah Senja
"munafik nggak sih Meg kalau gua sebenarnya masih menginginkan Radika?" Senja mengaduk minumannya
"bestiee ku yang galau, kenapa lu merasa munafik? ini tentang kalian berdua, jika memang memungkinkan untuk kembali kenapa lu menahannya?"
"eh jangan bilang gitu, lu harus bersama dan punya keluarga yang utuh, jangan hanya karena takut di hujat orang lain atau nggak enakan lu jadi mengorbankan perasaan lu, kalau lu masih sayang nggak usah di pendam"
"nggak apa-apa?"
"lah kenapa emangnya? lu memutuskan apa aja dengan mudah dan benar untuk hidup seseorang, tapi lu sampai bego gini giliran harus mengambil keputusan untuk diri sendiri"
__ADS_1
"gua bimbang, galau, bingung"
"sebenarnya lu udah tahu apa yang harus lu putuskan, cuma.... lu nya aja yang manja pake bilang bingung segala. Gini ya saat seseorang meminta pendapat apa yang harus dia lakukan kepada orang lain, percaya deh sebenarnya di hatinya sudah ada jawaban atas pertanyaan yang dia tanyakan, hanya saja dia ingin seseorang menguatkan apa yang menjadi keputusan nya"
Senja menunduk
"tapi gua nggak bisa terima Radika lagi sekarang ini, melihat dia mengingatkan gua kepada Angel"
"pelan-pelan aja, santai"
Flashback on
Senja mengantar Radika ke mobilnya untuk pulang.
"aku akan menunggu selama apapun kamu mau, tapi aku minta kamu jangan mendorongku untuk pergi, biarkan aku berusaha mengejarmu dengan caraku"
"baiklah"
"y udah aku pulang ya, jaga diri, aku akan pulang ke apartemen kita"
__ADS_1
"oke hati-hati "
Radika masuk ke mobilnya kemudian pulang meninggalkan Senja.