
"kenapa pusing sih? apa mau gua yang tegesin ke Miko tentang hubungan kalian ini?"
"no no no jangan, gua aja, gua akan tanya sama dia entar"
"beneran lu tanya sama dia, jangan bikin Kenzo PHP urusan sama gua entar"
"iya nanti gua akan memberanikan diri untuk tanya ke Miko"
"gitu dong baru oke, oh iya gua habis ini mau pulang ada urusan di kantor bokap"
"mendadak banget?"
"nggak mendadak sih sebenernya dari semalam Bunda udah bilang ke gua, gua aja yang lupa bilang elu"
"hemm kebiasaan, ya udah lu mau balik jam berapa?"
"habis ini, tapi makan siang dulu" Senja melihat jam tangannya
__ADS_1
"ya udah ayo gua temenin makan siang"
"temenin? lu nggak makan siang?"
"he he Kenzo bilang gua gendutan katanya"
"Kenzo apa Miko?"
"dua-duanya "
"yaelah bucin akut dah ni orang"
......................
Senja masuk ke ruangan rapat yang ada di kantor mendiang ayah Senja. Senja sangat jarang bahkan hampir tidak pernah masuk ke ruangan ini. Ruang rapat yang sangat luas dengan meja panjang dan juga kursi yang berjajar rapi memenuhi ruangan eksklusif ini.
Saat Senja masuk, sudah ada beberapa orang yang duduk di masing-masing kursi yang sudah disediakan. Senja mengenali beberapa orang yang dulu pernah dijumpai saat makan malam di sebuah acara, di mana saat itu Senja diajak serta oleh ayah dan juga bundanya untuk menghadiri jamuan itu.
__ADS_1
Senja menyalami dua orang yang dia kenal dan juga dua orang lagi Senja tidak mengenalinya, tapi tetap Senja mengulurkan tangan dan menjabat tangan semua orang yang ada di tempat rapat.
Pak Daniel datang bersama seorang gadis muda yang membawa beberapa berkas dan juga satu laptop di tangannya. Daniel duduk di sebelah Senja kemudian mulai membuka laptop yang di bawah gadis tadi dan menjelaskan segalanya kepada Senja.
Senja mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti dan paham dengan apa yang Daniel jelaskan tentang perusahaan milik ayahnya itu. poin pentingnya adalah orang-orang yang hadir di sana ingin menginvestasikan beberapa saham milik mereka di perusahaan ayah Senja.
setelah hampir 2 jam di ruangan rapat akhirnya Senja bisa keluar dengan perasaan yang lega dan bahagia. pasalnya saat ini perusahaan milik mendiang ayahnya sudah berada di deretan perusahaan mentereng yang banyak sekali dilirik untuk dijadikan partner bisnis.
itu semua tidak luput dari kerja keras sekretaris ayahnya dulu yakni Daniel.
"saya sangat berterima kasih atas kerja keras yang telah bapak upayakan untuk kelanjutan perusahaan ini, jika bukan karena pak Daniel mungkin perusahaan ini tidak akan sampai pada titik seperti sekarang ini"
"saya yang seharusnya berterima kasih kepada ibu Senja dan Bu Cindy, anda mempercayakan perusahaan ini kepada saya, saya akan mengemban amanah dari pak Aditya untuk seterusnya mengabdi pada perusahaan ini"
"sekali lagi terimakasih pak Daniel "
"sama-sama Bu Senja, tapi sebelumnya saya mau meminta ijin kepada ibu untuk mengadakan pesta akhir tahun dan juga merayakan keberhasilan ini bersama semua karyawan "
__ADS_1
"silahkan pak Daniel, saya dengan senang hati jika itu memang bisa memompa semangat semua karyawan di perusahaan ini, lalu rencananya kapan pesta itu akan di adakan pak Daniel?"
"rencananya akhir Minggu ini Bu Senja "