
Setelah puas bermain-main dengan foto-foto Angel menyuruh fotografer itu keluar dan Angel menjalankan tujuan utamanya, yakni memiliki Radika seutuhnya.
Angel mulai menciumi Radika di semua area tubuh Radika, tentu saja itu membuat Radika terangsang dan diburu oleh nafsu
......................
Radika pulang dengan sempoyongan, bajunya yang sudah tidak karuan, bau alkohol di tubuhnya, juga keringat yang bercucuran melengkapi penampilannya malam ini.
Senja membuka pintu saat Radika beberapa kali menggedor dari luar.
"astaga Radika kamu kenapa?"
Radika tidak menjawab namun segera menghujani Senja dengan ciuman-ciuman yang ganas, nafsu Radika belum tersalurkan, dengan mencium istrinya membuat keinginan itu semakin bergejolak.
dia mabok? (Senja)
"aku menginginkan kamu" kata-kata Radika di sela ciuman mereka. Radika sudah mendorong tubuh Senja di ranjang dan menindihnya.
jika memang hari ini aku harus menyerahkan hak Radika sebagai suamiku, aku rela dengan seluruh jiwa dan ragaku (Senja)
Radika membuang bajunya ke sembarang arah.
"Radika... lihat aku" Radika diam dan melihat jelas ke dalam mata Senja dengan tatapan mata yang sayu akibat obat
"siapa aku?"
"istriku"
"Radika siapa aku?" sekali lagi Senja bertanya
"istriku, Senja"
__ADS_1
Setidaknya dia sadar dengan siapa saat ini dia bersama (Senja)
Senja pasrah menyerahkan dirinya pada Radika malam ini.
......................
Senja membuka matanya, badannya terasa capek, di **** ************* terasa nyeri dan perih. Kembali Senja mengingat bagaimana dirinya dan Radika melakukan penyatuan malam tadi. Senja tersenyum.
Radika berada di sampingnya, memeluknya begitu erat. Tubuhnya masih polos tanpa sehelai pakaian hanya selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.
Senja ingin bangun dan ke kamar mandi, Senja bergerak perlahan tapi tetap saja gerakan itu membuat Radika terbangun.
"kamu mau kemana?"
"mau ke kamar mandi"
"bisa sendiri?"
"bisa"
"mau di bawa kemana selimutnya?"
"aku nggak pake apa-apa Radika"
"terus kenapa? kita suami istri, lagian aku sudah melihat semuanya"
"dasar mesum" Senja melempar bantal ke wajah Radika, Radika hanya tertawa kecil
"aduh" Senja kembali duduk lagi karena selangkangannya terasa benar-benar sakit
"are you okay?" Radika khawatir dengan Senja, segera Radika mencari short pant nya kemudian mengenakannya.
__ADS_1
"aku bantu " Radika mengangkat tubuh istrinya setelah menyibak selimut yang tadi Senja bawa
"astaga " Senja menutup tubuhnya dengan kedua tangannya dan tentu saja itu tidak berpengaruh banyak untuknya
"nggak usah malu, aku suami kamu, sakit banget ya? maaf ya"
"gapapa"
Wajah Senja merah seperti kepiting rebus karena malu terlihat oleh Radika.
Radika membantu Senja mandi dan mereka akhirnya mandi bersama.
Senja sudah lumayan baikan, Senja menyeret sprei yang ternoda oleh darah keperawanannya.
"biar nanti office boy aja yang bersihin sayang" Radika memeluk istrinya dari belakang, aroma tubuh Senja begitu candu, membuat Radika enggan melepaskannya.
......................
"gimana Angel?" Senja
"seperti yang sudah kita kira, dia nggak akan terima kalau aku meninggalkan dia begitu saja"
"aku boleh tanya something?"
"everything"
"kamu beneran nggak pernah gituan sama Angel?"
"kalau aku jawab No apa kamu akan percaya gitu aja?"
Senja menggeleng
__ADS_1
"sudah aku duga, sebenarnya aku tidak pernah bisa merasakan kenikmatan bersama Angel sama dengan saat bersama kamu, mencium bibir mu saja sudah membuatku bergejolak apalagi melihatmu memakai bikini kemarin, aku sampai mengutuk diriku sendiri karena tidak menyadari ke **** an istri ku"
"gombal"