Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
138


__ADS_3

Senja bangun lebih pagi hari ini, Senja bersama Cindy dan juga pembantu rumah tangga meyiapkan banyak makanan dan juga cemilan. Hari ini Mega, Kenzo dan juga Miko akan main ke rumah Senja. Teman Cindy yakni Fauziah dan Amar juga masih stay di rumah Senja, tentunya akan sangat membutuhkan banyak makanan dan juga cemilan untuk semua orang.


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, Senja pamit ke Cindy untuk mandi. Senja merendam dirinya di air hangat yang sudah di beri essentials oil.


"hmmmm nyaman banget berendam kayak gini" Senja memejamkan matanya sambil menikmati kehangatan yang masuk ke dalam tubuhnya.


Di bawah....


Cindy menyambut baik kedatangan Mega bersama Kenzo dan Miko.


"ini ya Daddy nya Kenzo?" tanya Cindy polos, karena selama ini Cindy tidak tahu kalau Mega belum pernah menikah.


"iya Bunda" jawab Miko dengan tegas.


"kok Bunda kayak nggak asing ya"


"iya Bunda, aku pernah nganterin Senja pulang"


"oh... gitu, ya sudah masuk, Kenzo sama Oma ya sayang Oma mau Kenzo lihat akuarium Oma besar sekali"


"dimana Oma?" Kenzo langsung antusias dan melepas genggaman tangan Mega dan beralih menggenggam tangan Cindy.


Mega melihat Kenzo dan Cindy menjauh dari mereka, Mega tersenyum, anaknya itu sangat mudah di rayu. Padahal baru pertama kali bertemu tapi dia sudah percaya begitu saja dengan orang lain.


"kenapa sayang?" Miko mengelus lengan Mega


"Kenzo itu polos sekali"


"dia masih kecil sayang, nanti setelah dewasa dia akan tahu segalanya"

__ADS_1


"aku selalu saja khawatir dengannya sayang" Mega


"itu wajar, dia anakmu dan kamu ibunya, wajar jika hal itu kamu rasakan"


Mega diam saja, di dalam hati dia mengiyakan apa yang Miko katakan.


Di kamar Senja....


Senja masih betah berlama-lama berendam di bathtub, itu semacam relaksasi bagi Senja.


ring...ring...


ponselnya beberapa kali membunyikan alarm tanda Senja harus usai dengan kegiatannya, tapi Senja tidak menghiraukan ponselnya.


ring...ring...


kini bunyinya berbeda, itu adalah tanda panggilan masuk di ponsel Senja


"eh udahan berendemnya, gua dia bawah sama yang lain loh" Mega


"lah udah nyampe aja, cepet banget"


"lu yang lelet, kalau udah berendem lupa segalanya "


"he he habis tenang banget, berasa massage gua"


"sekarang turun"


"iya iya ah bentar"

__ADS_1


Mega menutup telfonnya.


Segara Senja bergegas menyelesaikan mandinya yang sudah berjam-jam.


Senja turun dengan mengenakan baju santai, celana kain dan juga kaos pendek berwarna putih. Sangat jauh sekali imejnya mengingat dia adalah seorang hakim. Kalau seperti ini dia lebih ke gadis muda yang polos dan cantik.


"halo my sweetie" Fauziah menyambut Senja dengan antusias


"aunty udah kenal sama teman-teman Senja?"


"of course honey, die Mega and die Miko, budak laki mereka handsom sangat lah, smart pun"


"aunty suka Kenzo?"


"yes I like that boy"


"uncle Amar dimana aunty?"


"hmmm die pegi ambil makanan Kat kitchen "


ring...ring...


ponsel Fauziah berdering, tertera nama "my boy" di layar ponsel mahal itu.


"excuse me I nak cakap di call dulu boleh?"


"boleh aunty, please "


Fauziah menjauh dari tempat duduk yang ada Mega, Miko dan Senja di sana.

__ADS_1


"hello my boy? sekarang? bile nak datang? okelah nanti mommy datang ambil kau e di airport, oke oke jangan lupa bekabar e ok ok see you "


__ADS_2