Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
139


__ADS_3

Ring...ring...


ponsel Fauziah berdering, tertera nama "my boy" di layar ponsel mahal itu.


"excuse me I nak cakap di call dulu boleh?"


"boleh aunty, please "


Fauziah menjauh dari tempat duduk yang ada Mega, Miko dan Senja di sana.


"hello my boy? sekarang? bile nak datang? okelah nanti mommy datang ambil kau e di airport, oke oke jangan lupa bekabar e ok ok see you "


Fauziah kembali duduk bersama Mega dan Senja


"Senja "


"iya aunty "


"hmm today anak aunty nak datang kemari boleh tak?"


"aunty.... kemarin Bunda kan sudah oke kalau anak aunty nginep di sini"


"aunty nak pastikan satu kali lagi lah, aunty takut Senja tak nyaman"


"no aunty, Senja oke kok"


"thanks lah, kalau macam tuh nanti you bagi pinjam kereta you e untuk datang ambil anak aunty "


"iya aunty"


Senja menikmati waktu bersama keluarga dan juga orang-orang yang Senja sayangi. Tiba-tiba hati Senja merasa pilu teringat Melinda.


Senja bangun dari duduknya dan menghampiri Cindy yang tengah bermain dengan Kenzo.

__ADS_1


"Bunda" Senja duduk di samping bundanya


"ada apa sayang?"


"Bunda aku boleh nggak sih jemput mama Melinda"


"jemput gimana maksudnya?"


"kayaknya ada yang kurang Bunda, aku jadi keinget mama Melinda kasihan dia kesepian, boleh nggak kalau Senja kesana jemput mama Melinda?"


"kamu yakin?"


"iya Bunda"


"ya udah sana jemput mama kamu, Bunda juga tadi pinginnya ngundang keluarga mereka tapi takut kamu nggak nyaman"


"kalau mama Melinda aja aku malah seneng"


"terserah dia lah Bunda aku juga nggak mempermasalahkan hal itu, terserah dia saja"


"ya sudah sekarang kamu jemput mama kamu"


"oke Bun"


Senja melesat cepat meninggalkan semua orang, Cindy memandang anaknya itu.


kasih sayang Senja terhadap Melinda sama sekali tidak berkurang, bahkan dia merasa kesepian saat tidak ada Melinda di sampingnya, aku ingin Melinda juga disini pada awalnya, tapi aku benar-benar takut Senja tidak nyaman ataupun terganggu, nyatanya sekarang ini Senja yang malah meminta Melinda untuk hadir (Cindy)


Senja sampai empat puluh menit setelah berkendara, segera Senja masuk ke dalam rumah besar yang pernah sangat sering Senja masuki.


"Senja" Rio yang lebih dulu bertemu Senja di ruang tamu depan.


"papa, mama ada di rumah?"

__ADS_1


"wah mama kamu sedang keluar dengan Radika nak, apa ada yang penting?"


"keluar kemana pah?"


"ke apotek tapi sebentar lagi pasti pulang eh itu mereka"


Senja menoleh saat Rio mengisyaratkan bahwa Melinda telah pulang.


"Senja sayang" Melinda sedikit berlari kemudian memeluk Senja dengan erat


"mama dari mana?" Senja


"mama habis tebus obat sayang"


"mama masih minum obat?"


"iya sayang tapi nggak sebanyak dulu kok, kamu tumben main ke rumah ada apa sayang?"


"duduk dulu mah Ja" Radika


"oh iya"


mereka semua duduk di sofa besar dan mewah itu.


"gini mah, di rumah lagi ada temennya Bunda dari KL terus ada temen-temen Senja juga rencananya kita mau barbeque dan makan bareng di rumah, mama mau ikut?" Senja menatap mata Melinda penuh harap.


"sekarang?"


"iya mah"


"kamu sengaja jemput mama?"


"iya mah, Senja merasa jika ada mama pasti mama juga bisa bersenang-senang "

__ADS_1


__ADS_2