Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
143


__ADS_3

"aku tidur sama kamu"


"nggak ada"


"Bunda aku nginep sini yah" Radika malah berteriak meminta persetujuan dari Cindy


"terserah kamu Dika"


"tuh Bunda udah setuju, pokonya aku nginep di sini"


"enggak Dik apaan sih"


"ingat ya Ja kita belum cerai, kalau pun aku mau tidur sama kamu nggak ada yang bisa melarang titik"


"Radika, yang menganggap kita belum bercerai hanya kamu"


"mungkin memang seperti itu, tapi jika aku mengeluarkan surat cerai itu yang jelas-jelas belum tertera tanda tanganku disana semua orang akan tahu yang sebenarnya bahwa kita belum bercerai baik secara hukum ataupun secara agama, lalu jika itu terjadi mau tidak mau kamu harus kembali kepadaku"


benar juga apa yang Radika bicarakan, sudahlah aku bisa menendangnya jika dia berani macam-macam denganku (Senja)


"terserah"


"gitu kek dari tadi, Ja di sini masih ada baju ganti aku kan"


"ada"


"aku ganti baju dulu ya"

__ADS_1


"hmm"


Radika berlalu masuk menuju kamar Senja


"ciyeee kayaknya ada bau-bau CLBK nih, cinta lama belom kelar"


Mega duduk menemani Senja di depan perapian, Senja sibuk membolak-balik jagung yang tengah dia bakar.


"Ja nggak diem aja, jangan-jangan beneran bakalan balikan nih"


"usil lu ah, sana ambil apa gitu buat naroh jagung yang sudah matang"


"iya iya sensi banget astaga"


"nih sayang" Miko datang sebelum Mega berdiri dari duduknya.


Mega dan Miko sengaja bermanja-manja di depan Senja


"eh lu berdua kalau mau sayang-sayangan nunggu entar nggak bisa ya? "


"ih sayang takut di omelin Senja "


"ya ampun sayang kamu takut? sini-sini peluk dulu" Miko memeluk Mega


"astaga, mata gua ternodai ya tuhan kenapa gua di beri temen-temen laknat kayak mereka sih, bisa tuker tas nggak tuhan?"


"astaga murah banget gua di tuker sama tas" Mega

__ADS_1


"lagian lu berdua tega sama gua, awas aja gua akan ajarin Kenzo biar nggak mau tidur pisah dari kalian, biarin aja biar kalian nggak bisa ngadon Kenzo kecil "


"astaga ngadon dia kata, dikira bikin donat say ha ha ha"


"pada ngetawain apa sih" Radika datang setelah mengganti pakaiannya, Radika terlihat lebih santai dengan celana pendek dan kaos warna hitam berlengan pendek.


"wiiih pawangnya datang" Mega


"ada apa Meg?" Radika meminta penjelasan kepada Mega


"tuh ada yang rusuh lihat gua sama Miko mesra"


"emang iya Ja?" Radika


"enggak"


"yaelah pake malu-malu segala, ngaku kek tadi aja sewot bener ha ha ha"


"awas aja ya lu, habis ini gua bales lu"


"iiih takut sayang sama Senja ha ha ha"


Mega dan Miko meninggalkan Senja dan Radika di perapian menyelesaikan jagung bakar. Asisten rumah tangga dan juga tukang kebun semuanya ikut berpartisipasi dalam acara barbeque ini. Hanya satpam dan juga sopir yang tidak ada, karena pak satpam harus tetap standby di pintu gerbang, sedangkan sopir rumah ini sedang mengantar Fauziah dan Amar menjemput anak mereka ke bandara.


Semua makanan yang telah di bakar dan di grill telah di tata rapi di atas meja, semua orang tengah bercengkrama dengan bahagia. Senja baru saja selesai mandi dan berganti baju akibat tubuhnya yang bau asap, setelah itu baru Radika yang melakukan hal yang sama.


"kita tunggu aunty Fauziah sama uncle Amar dulu ya, setelah itu kita makan bersama"

__ADS_1


__ADS_2