Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 90


__ADS_3

"kamu beneran nggak ada yang pengen kamu ceritain ke aku?"


"nggak ada, kenapa sayang?"


"gapapa, oh iya gimana papa? "


"aku juga belum tahu pasti sih soalnya belum jenguk papa secara langsung juga, tapi kata Bang Rendra semua udah di urus sama Abang"


"oh"


"besok kita ke rumah ya jenguk papa"


"iya "


"kamu kenapa sih sayang? cuek gitu?"


"gapapa Dik, capek aja"


"mau aku pijitin?"


"enggak makasih, besok massage aja"


"udah dari kapan hari bilangnya massage tapi nggak jadi mulu, aku pijitin ya"


"enggak Dik, aku istirahat aja"


Senja masuk ke dalam selimut kemudian memejamkan matanya. Radika juga ikut menata dirinya di dalam selimut yang sama dengan Senja. Radika memeluk perut Senja kemudian terlelap.

__ADS_1


Setengah jam Senja dalam posisi di peluk Radika dengan matanya yang masih terjaga. Radika sudah nyenyak sampai terdengar suara dengkuran halus pertanda bahwa dia sudah benar-benar tidur.


apa yang harus aku lakukan? haruskah aku tetap bertahan di dalam pernikahan ini? sudah berkali-kali Radika menyakiti hati ku seperti ini. Meskipun sikapnya saat bersamaku terlihat normal layaknya seorang suami pada umumnya, tapi di belakang ku seakan-akan dia ingin bahagia dengan Angel (Senja)


Senja menitikkan air mata tanpa sepengetahuan Radika, matanya tak henti menangis sampai akhirnya tertidur.


......................


Pagi sekali Radika sudah bangun dan membersihkan dirinya, Radika duduk di tepi ranjang di hadapan Senja. Radika membelai pipi Senja yang masih terlelap.


kenapa kamu tanya sama aku ada yang mau aku ceritakan atau tidak? apa kamu tahu sesuatu? maafkan aku sayang, aku belum bisa meninggalkan Angel sepenuhnya. Bersabarlah sampai hatiku benar-benar mencintaimu (Radika)


Senja terbangun karena tangan Radika yang terasa dingin di pipinya.


"hmmm Dik kamu udah bangun? kok nggak bangunin aku?" Senja duduk dan mengerjapkan matanya beberapa kali.


"kamu kenapa? kok mata kamu sembab gitu?"


"gapapa namanya juga bangun tidur"


Senja beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"bentar deh, ini sembab beneran" Radika memegang kedua pipi Senja dan memperjelas pandangannya ke area mata Senja yang memang sembab.


"gapapa, nanti habis mandi juga ilang, sana-sana aku mandi" Senja mendorong tubuh Radika sedikit agar dia bisa melepas dirinya dari Radika.


Radika diam saja tak lagi membalas perkataan Senja, Radika bersiap untuk menjenguk papanya di rumah.

__ADS_1


Sekitar satu jam kemudian, Radika dan Senja turun dari apartemennya bersama-sama menuju mobil, mereka akan berangkat ke rumah Rio dan Melinda.


Sebelum ke rumah orang tua mereka, terlebih dahulu Senja dan Radika mampir ke toko kue dan buah untuk membeli beberapa buah tangan untuk di berikan kepada orang tua mereka.


Setelah membeli buah tangan mereka langsung menuju rumah Radika.


"hai sayang udah pada sarapan ini?" Melinda menyambut anak dan menantunya yang baru saja datang.


"belum mah, sengaja mau sarapan disini" Radika


"ya udah, kalian sarapan dulu gih baru ketemu papa"


"kita ketemu papa aja dulu mah" Senja


"ya udah deh terserah kalian, papa ada di ruang keluarga"


"ini mah" Senja menyerahkan dua paper bag dan buah kepada Melinda


"kenapa bawa ginian segala sih sayang"


"gapapa mah"


"ya udah kalian ketemu papa dulu aja, mama mau taruh ini dulu"


"iya mah"


Radika dan Senja berlalu dari hadapan Melinda menuju ruang keluarga yang ada di lantai bawah.

__ADS_1


"papa gimana? udah baikan?"


__ADS_2