
Pintu private room di buka dengan kasar oleh seseorang dari luar.
"wow"
"Radika?" Senja
"kenapa kaget? private room?" Radika tertawa sinis
"apa sih lu" Rendra berdiri menghampiri Radika di ambang pintu
"kalian mau ngapain segala pakai pesan private room?"
Senja hanya diam saja melanjutkan makannya tanpa menghiraukan Radika yang masih saja mengoceh.
"lu apaan sih nggak jelas lu" Rendra
Senja sama sekali tidak bergeming dan tetap melanjutkan makan.
"heh" Radika menarik tangan Senja dengan kasar hingga Senja terhempas mundur hampir jatuh
"lu apaan sih hah? kenapa lu kasar?" Senja
"harusnya hari ini lu fitting baju pengantin sama gua tapi lu malah makan disini sama bang Rendra maksud lu apa?" Radika tak kalah lantang
"terus lu sendiri disini sedang apa dengan Angel? lu pikir gua nggak tahu ?" Senja menghempaskan tangan Radika kemudian mengambil tas nya dan pergi dari restoran Jepang itu dengan segera.
"Ja Ja" Rendra
Tapi Senja sudah tak menghiraukan panggilan dari Rendra. Rendra mengejar Senja sampai di parkiran dan berhasil membujuk Senja untuk mau pulang bersamanya.
......................
__ADS_1
"apa?"
Senja hanya diam
"jadi Radika masih dengan Angel sampai sekarang?"
"hemm"
"lalu untuk apa dia menikah dengan kamu?"
"untuk Angel bang, Angel kerja di perusahaan Ayah dan Radika menikah dengan ku untuk melindungi Angel di kantor"
"gi*a tuh anak, lalu kenapa kamu mau menerima ini?"
"aku nggak bisa nolak bang, masa depan kantor ada di tangan Radika dan juga kesehatan Bunda yang jadi pertimbangan terberat ku bang"
Rendra tak habis pikir dengan Adiknya itu, bisa-bisanya dia melakukan hal bo**h dengan mempertaruhkan sebuah perkawinan.
"Abang mau ngapain?"
"Abang akan bilang ke mama dan papa"
"Senja mohon bang jangan lakuin itu, bisa-bisa Bunda drop lagi karena kepikiran soal kantor bang"
"lalu Abang harus diam saja? nggak bisa Ja Abang nggak mungkin biarin adek Abang melakukan hal bo**h ini"
"please bang bantu Senja, kalau sampai Radika tidak mengurus perusahaan Ayah maka Bunda akan kembali kepikiran. Senja mohon bang"
"ah sial. Jangan buat Abang berjanji dan membiarkan hal seperti ini terjadi begitu saja di hadapan ku "
"Senja nggak ada pilihan lain bang" Senja mulai menangis
__ADS_1
Rendra menatap Senja yang bercucuran air mata
"arrgh sial ok ok Abang akan diam " Rendra begitu kesal sampai berteriak kepada Senja
Rendra memeluk Senja dengan perasaan tidak tega.
bisa-bisanya Radika melakukan hal ini ya tuhan... anak itu memang br*****k (Rendra)
Rendra mengantar Senja pulang, Senja membuang pandangannya ke luar jendela dan sesekali air matanya meluncur tanpa suara tangisan.
Rendra juga tidak bicara satu kata pun karena tidak habis pikir dengan kelakuan adiknya.
Sesampai di rumah, Senja langsung masuk setelah berpamitan kepada Rendra.
Di rumah....
Rendra dengan amarahnya yang sudah memuncak mencari dimana keberadaan adik kandungnya itu.
"Radika... Radika... Radika..."
"den Radika belum pulang den Rendra" pembantu di rumah Rendra segera menghampiri majikannya yang terdengar berteriak sambil berlari kesana-kemari.
"kemana anak itu" Rendra bergumam sendiri
"bik nanti kalau dia pulang suruh dia menemui saya di kamar saya ya bik"
"baik den"
Rendra berlalu dan masuk ke kamarnya menenangkan dirinya.
Niat hati pulang untuk pernikahan adiknya dan turut berbahagia tapi malah menemukan fakta yang sangat menyakitkan.
__ADS_1