Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 24


__ADS_3

Senja keluar terlebih dahulu meninggalkan Radika di dalam kamarnya.


Radika kenapa sih, aneh banget, dada gua rasanya meloncat-loncat nggak karuan. (Senja)


POV Radika


Astaga apa benar gua nggak normal? kenapa selalu Senja yang lewat di otakku ketika gua dan Angel sedang melakukan hal itu? entahlah (Radika)


Radika mengikuti Senja turun ke meja makan dan ikut makan bersama Senja.


"Ja"


"apa?"


"sorry ya sebelumnya, lu inget pesan Ayah?"


"pesan apa?" Senja mengalihkan pandangannya, bukan Senja tidak ingat tapi Senja memang tidak ingin membahas ini


"lu beneran nggak inget?"


"inget" Senja menunduk


"lu tahu kan gua punya Angel "


"gua tahu kok dan gua juga nggak minta lu buat ngejalanin wasiat Ayah "


Senja meninggalkan Radika sendirian di meja makan.


gua juga tahu nggak mungkin bagi gua maksain lu buat ngelakuin hal itu, (Senja)

__ADS_1


Senja kembali ke kamarnya dengan air mata yang mengalir di pipinya, Senja menangis tanpa suara, kembali masuk dan menguncinya dari dalam.


Senja duduk di lantai dan bersandar di pintu, menutupi wajah dengan kedua tangannya


harusnya Ayah nggak perlu berpesan hal itu kepada Radika, karena Senja tahu Radika bukan untuk Senja Ayah..... hiks....hiks... (Senja)


......................


Waktu berlalu cukup cepat, Senja sudah lulus kuliah dan telah menjalani wisuda, begitu juga dengan Radika.


Urusan kantor sementara Cindy sendiri yang menghandle, dan semua masih terkendali dengan aman.


Angel masih bersama Radika, meskipun sudah dua kali Angel di tolak oleh Radika tapi Angel enggan melepaskan Radika begitu saja.


Berkat bantuan dari sugar daddy Angel, kini dia bekerja di sebuah perusahaan besar sebagai corporate lawyer.


Meskipun Angel masuk karena dukungan dari om om kaya tapi tidak menutup kemungkinan bahwa Angel tetaplah anak baru yang "wajib" di bully oleh para seniornya.


Total enam bulan masa bekerja Angel di perusahaan ini.


Suatu hari Angel melihat Senja di kantornya, Senja seperti menunggu seseorang di lobby kantor.


"hai Senja"


"Angel?"


"iya gua kerja disini sebagai corporate lawyer" Angel dengan sombongnya menunjukkan kartu namanya dan di berikan kepada Senja


"ow...." Senja manggut-manggut

__ADS_1


"ada keperluan apa lu kesini?"


"oh gua? gua mau ketemu seseorang "


"mau ketemu siapa? gua bisa bantu"


"gapapa, nggak usah bentar lagi keluar kok dia"


"yakin lu nggak butuh bantuan gua? lu masih nganggur? kalau iya lu boleh kok minta bantuan gua buat cari kerjaan yang cocok seperti kemampuan kita ini"


"okelah beres gua bakalan hubungi lu nanti kalau emang butuh ya"


"sayang...."


"Bunda"


Senja memeluk sang Bunda yang ternyata adalah direktur utama di perusahaan tempat Angel bekerja


"Bu Cindy ?" Angel


"iya Ngel, gua sama Bunda duluan ya"


"kamu kembali ke ruangan kamu ya saya mau makan siang sama anak saya"


"baik Bu "


......................


Kenapa selalu Senja lebih unggul dari pada aku? ini terlalu tidak adil, dia anak orang kaya dan mempunyai perusahaan sebesar ini? ah sial (Angel)

__ADS_1


Sejak terakhir kali Angel memaksakan dirinya ada Radika dan Radika menolaknya, Angel tidak lagi pernah mencoba hal itu. Rasa malu yang Angel dapatkan dari penolakan Radika membuatnya ingin lepas dari Radika, namun karena Radika selalu menuruti keinginannya jadilah Angel tak ingin lepas darinya.


__ADS_2