Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
136


__ADS_3

"ajak Kenzo ya Meg"


"iya, entar gua bilang Kenzo"


"jangan siang-siang biar bisa sampai puas ya"


"iya iya, Miko boleh ikut juga kan?"


"Miko? hmmm okelah"


"kenapa lihatnya kek gitu sih?"


"jangan-jangan lu beneran udah jadian sama dia?"


"hmmm gimana ya, di hilang jadian sih enggak, kayak bocah aja pake jadian tapi dia udah ngaku kalau dia suka sama gua" Mega menutup mukanya dengan ke dua tangan, merasa malu menceritakan hal semacam itu di usianya yang sudah hampir kepala tiga.


"hah beneran? wiiiih PJ PJ lah"


"PJ apaan?"


"pajak jadian"


"kan gua bilang nggak ada jadian"


"bodo amat yang penting kalian berdua udah sama-sama ngaku kalau kalian saling suka"


"enggak, gua belum ngaku"


"belum tapi akan"


"he he iya juga sih, malu ah Ja masa pake PJ PJ segala sih? kayak anak ABG aja"

__ADS_1


"hmmm kalau gitu pmkp aja"


"apaan lagi tuh?"


"pajak menuju ke pelaminan ha ha ha ha"


"ada-ada aja lu, lagian sebenarnya gua masih belum mikir sampai sejauh itu sih Ja"


"emangnya kenapa?"


"gua nggak tahu Miko beneran bisa menerima gua dan Kenzo apa enggak, belum lagi keluarganya yang mungkin juga akan sulit menerima gua sama Kenzo"


"lu harus berusaha dong, gua yakin Miko serius sama lu, tinggal kalian berdua nih sama-sama berjuang mendapatkan restu orang tua Miko"


"oke gua akan berusaha berjuang bareng Miko. Thanks ya Ja di saat kek gini lu selalu ada buat support gua, love you sekebon" Mega memeluk Senja dengan perasaan yang lebih baik dari kemarin-kemarin.


"it's okay, yang penting ada pajak jadian nya ha ha ha "


"hidup butuh makan saayy he he"


mereka berdua berjalan hingga parkiran dan berpisah saat Senja sudah berada di dekat mobilnya. Senja melihat Miko datang mungkin untuk menjemput Mega.


"heh sekarang manja ya lu, minta jemput terus" Senja urung masuk ke mobilnya melihat Miko memberhentikan mobilnya di depan Mega.


"sialan lu, mobil gua di bengkel Ja" Mega membela diri


"bengkel apa bengkel? Miko sini deh"


Miko cengar-cengir tapi menurut dan berjalan ke arah Senja


"lu bisa-bisanya diam-diam deketin sahabat gua" Senja memukul lengan Miko, meskipun keras tapi pasti tidak akan menyebabkan sakit pada lengan besar Miko.

__ADS_1


"he he Mega udah cerita ke kamu?"


"udah lah, emangnya elu diam-diam, sekarang mana pajak jadian"


"Ja kita nggak jadian" Mega sedikit berteriak karena jarak mereka terhalang satu mobil yang masih parkir


"udah jadian kok " Miko


"nggak ada" Mega


"kan kemarin, kita udah jadian"


"nggak ada kata jadian, kamu nggak bilang mau jadi pacarku kan?"


"tapi kan aku udah bilang kalau aku sayang sama kamu"


"tapi kan nggak ngajakin jadian"


"masa harus ngajakin jadian sih?"


"iya lah"


Mega dan Miko malah cekcok saling menguatkan apa yang mereka pikirkan.


"eh eh udah-udah apa-apaan sih, udah pada gede juga"


"Miko tuh Ja, orang belum jadian di bilang udah"


"kan aku udah bilang sayang kamu, masa harus nembak kayak anak ABG gitu?"


"eh udaaah Meg, Miko. sekarang gini deh di depan gua sebagai saksi, Miko lu ajakin Mega jadian sekarang"

__ADS_1


"oke ayo"


__ADS_2