Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 110


__ADS_3

Senja mengusap kasar wajahnya, sudah terlalu lama dia terpuruk karena perpisahannya dengan Radika, tapi hidup harus terus berjalan, Senja tidak bisa selalu merasa sedih, dia harus bangkit dan move on. Senja mengambil ponselnya kemudian menghubungi teman satu-satunya yaitu Mega.


Setelah beberapa saat berbicara ditelepon dengan Mega, Senja segera meninggalkan rumah menuju tempat di mana mereka berdua akan bertemu. sepanjang jalan Senja memutar musik di mobilnya dan memilih lagu-lagu yang riang agar dirinya terhibur dan tidak lagi merasa terpuruk.


Tidak butuh waktu lama untuk sampai di cafe tempat di mana mereka berdua akan bertemu, Senja datang lebih dulu kemudian memesan moccacino dan juga croffle untuknya sendiri. Beberapa kali Senja mengedarkan pandangannya ke seluruh kafe untuk melihat apakah Mega sudah datang.


Senja melambaikan tangannya saat melihat sosok yang ditunggunya telah datang, terlihat Mega menghampiri meja Senja dan berbicara sedikit kemudian mereka berdua langsung meninggalkan kafe menuju tempat di mana Senja ingin datangi.


"yakin lu?" tanya Mega saat di dalam mobil


"iya yakin, gua mau buang sial"


"bisa aja lu, kalau sial mah sial aja nggak ada hubungannya sama rambut, malah nih ya dari yang pernah gue baca, kalau cewek potong rambut itu bukan buang sial tapi itu frustasi ha ha ha"


"terserah lu mau ngomong gua frustasi gua depresi atau apa yang penting gua mau penampilan gua baru dan juga hidup gua baru"


"iya deh iya apa-apa aja lah asal lu senang"


"lu nggak mau sekalian potong rambut juga?"


"kayaknya gua mau warnain rambut gua aja deh soalnya udah bosen sama warna yang ini"


memang penampilan Mega cukup modis, dengan rambut pirang highlight membuat dia tampak begitu muda dan juga seperti setara seumuran Senja.


"itu rambut lu udah bagus loh warnanya gua juga suka, malah tadi gua kepikiran mau samaan sama lu"


"bosen ah gini mulu dari dulu"

__ADS_1


"ya udah deh terserah lu juga sih, emang mau lu warnain apa?"


"ungu kayaknya seru deh"


"gimana kalau merah biar merona"


"gimana kalau mejikuhibiniu?"


"nah itu gua setuju"


"bisa-bisa Kenzo guntingin rambut gua"


"emang iya?"


"pastilah, Kenzo itu posesif banget, apalagi soal penampilan gua pasti ada aja yang dia protes"


"gua yang ogah"


"lah kenapa ogah? gua kan cantik pinter berpenghasilan gede pekerja keras punya perusahaan anak tunggal apa kurangnya gua coba?"


"lu kurang sadar diri, anak gua masih orok udah mau diajakin nikah, nih ya kalau Kenzo umur 20 lu udah nenek-nenek. dasar"


"gue akan operasi plastik biar awet muda"


"mending kita nggak jadi ke salon deh"


"kenapa?"

__ADS_1


"kita ke rumah sakit jiwa aja, kayaknya lu udah bener-bener nggak bisa diselametin"


"sialan lu, di kata gue gila gitu?"


"ha ha ha kalau nggak gila apa coba? oh ya Ja kenapa lu nggak sama Miko aja sih? Miko kan suka sama lu"


"gue sama Miko cuma temenan nggak lebih, dan kayaknya juga bukan gue yang Miko suka"


"terus siapa?"


"cieee lu penasaran? kepo lu ah"


"oke oke gue nggak akan tanya lagi"


Senja tertawa melihat ekspresi wajah Mega yang bercampur-campur, penasaran dan kesel jadi satu.


hai reader semua...


saya say sorry ya....


beberapa hari ini nggak up, situasi dan kondisi di rumah sedang sibuk-sibuknya dan juga autor nggak ada celengan naskah untuk part berikutnya, jadi sorry banget beberapa hari kemarin nggak sempat up juga nggak sempat kasih kabar.


thanks for everyone, udah setia sama "sadari cintaku" author akan berusaha lebih keras lagi untuk memberikan tulisan-tulisan yang menghibur semua reader.


peluk jauh dari author untuk semua pembaca.


love you...

__ADS_1


__ADS_2