
Radika tidak dapat mengalihkan pandangannya dari dada Senja.
kenapa Senja terlihat begitu menggoda? dulu sepertinya dia biasa saja dan aku malah sering mengejeknya cewek tepos tapi kenapa dia tumbuh besar secepat ini? apa karena aku tidak begitu memperhatikannya belakang ini karena kita terpisah beberapa waktu lalu? sungguh ini adalah ukuran yang hmmmm ah sial apa yang aku pikirkan (Radika)
Segera Radika berdiri dan meninggalkan ranjang dan duduk menghadap makanan di sofa. Radika mengambil bantal kecil yang tergeletak di sofa kemudian melemparkannya ke arah Senja yang masih tertidur.
bug
Tepat sasaran di kepala Senja, Senja akhirnya terbangun juga.
"makan dulu dasar pemalas" Radika
"hwoaa..."
Senja duduk di sebelah Radika memandangi makanan yang sudah tersedia di atas meja.
"banyak banget makanannya?"
"iya soalnya ini breakfast plus launch kita"
"jam berapa?" Senja menarik tangan Radika yang bertengger jam tangan di sana
"astaga udah tengah hari aja" Senja mengusap wajahnya yang acak-acakan.
"sana mandi"
"entar"
"kita nanti sore masih ada acara "
"acara apa?"
"dinner"
"dinner sama siapa?"
__ADS_1
"keluarga besar aku"
"harus malam ini juga? capek tau"
"itu tradisi di keluarga aku"
"hmmm"
"sana mandi " Radika mendorong tubuh Senja menjauh darinya
"iya iya bawel"
......................
Senja keluar mengenakan pakaian yang sangat-sangat sederhana. Radika melihatnya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"lu mau ketemu keluarga gua dengan pakaian kayak gini?"
entah mengapa aku lebih suka ketika Radika memanggil ku dengan panggilan "lu" dari pada "kamu" (Senja)
"lu kenapa nggak bilang kalau ini resmi bambang "
"kenapa lu nggak bisa nebak? namanya juga makan malam keluarga besar pasti resmi lah. Lu beda banget sama Angel, dia kemana-mana selalu sempurna dan menawan dan yang pasti nggak malu-maluin "
"kenapa lu jadi banding-bandingin gua sama Angel? "
"habisnya lu kenapa segala pake baju kayak gitu? bikin nggak mood aja"
"kalo lu nggak mood ya udah sana pergi sama Angel gua nggak akan pergi sama lu"
Senja masuk kembali ke dalam kamar dan membuang tas nya ke segala arah.
Senja masuk ke dalam selimut dan memejamkan matanya.
"Ja lu apaan sih jangan kayak bocah deh" Radika menarik selimut Senja
__ADS_1
"bodo amat"
"kalau gua nggak kesana sama lu malam ini apa kata keluarga gua?"
"bodo amat"
Ring...ring....
Ponsel Radika berdering ternyata dari Melinda
"iya mah bentar lagi kita nyampe kok, iya mah ok bye"
Radika memasukkan lagi ponselnya ke dalam saku.
"Ja ayo Mama udah nyuruh kita cepetan dateng"
"nggak lu dateng aja sendiri"
"astaga ok sorry kalau gua udah bikin lu tersinggung, lu mau pake baju apa aja terserah lu pokoknya sekarang kita berangkat"
......................
Semua orang sudah menunggu kedatangan Radika dan Senja.
"itu mereka" Rio menunjuk ke arah Radika dan Senja yang bergandengan tangan
Senja menggunakan pakaian yang anggun, dress putih yang panjangnya selutut dengan potongan dada rendah menampilkan leher Senja yang jenjang.
"maaf semuanya kami telat"
"gapapa kita maklum namanya juga pengantin baru "
"ah tante bisa aja, udah pada pesen makanan?"
"udah tinggal kamu nih" Melinda melambai ke arah pelayan dan meminta buku menu untuk Senja dan Radika.
__ADS_1