Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 68


__ADS_3

Kembali Senja dan Radika menikmati pemandangan indah lautan dan pantai di hadapannya. Sisa waktu dua hari dan mereka akan kembali ke kesibukan masing-masing.


Senja duduk sendirian di kursi pantai sambil memikirkan yang terjadi belakangan ini terhadap dirinya dan pernikahannya.


apa benar semudah itu Angel melepaskan Radika? kenapa rasanya aneh? Angel yang ambisius mau melepas Radika begitu saja setelah mereka selama ini menjalin hubungan. Apa aku yang terlalu berpikir berlebihan? entahlah (Senja)


"mikirin apa sayang..."


"nggak ada"


"habis ini kamu jadi kerja di tempat yang papa usulin kemarin?"


"masih bingung sih soalnya tempat kerja yang sekarang juga nggak jelek"


"ya senyaman nya kamu aja sayang"


"kamu aneh nggak sih sama Angel?"


"aneh kenapa?"


"ya gimana bisa semudah itu dia melepaskan kamu "


"aku nggak minta persetujuan dia buat ini, pokoknya aku sudah menyampaikan ketidak nyamanan ku bersamanya, setuju atau tidak itu bukan urusanku"


"tapi aneh aja"


"udah ah nggak mau bahas dia lagi"


Senja akhirnya diam tak mau lagi melanjutkan pembicaraan ini.


Mereka terdiam lama, tidak ada yang memulai pembicaraan lagi


"kita belanja?" Senja


"boleh, ayo"

__ADS_1


Mereka meninggalkan pantai kemudian melanjutkan agenda untuk berbelanja, mereka berdua membelikan ketiga orang tua mereka banyak oleh-oleh.


ring...ring...


Ponsel Radika berbunyi, terlihat panggilan video masuk di hp Radika dari Melinda


"hai mah"


"hai sayang... gimana honeymoon kalian? seru?"


"seru mah ini kita lagi belanja oleh-oleh buat mama, papa dan Bunda"


"nggak usah repot-repot sayang mama sama Bunda cuma mau kabar gembira dari Senja aja"


"kabar gembira? gimana maksudnya mah?" Senja benar-benar tidak faham


"kabar gembira kalau kamu hamil itu udah lebih dari cukup" Melinda


"Radika akan berusaha sekuat tenaga mah" Senja sangat malu sampai wajahnya merah


"doain ya mah, byee...."


Setelah mematikan telepon


"tuh mama udah request ke kita, usahanya kita gas ya?" Radika


"kamu apaan sih" Senja berlalu meninggalkan Radika yang masih cengar-cengir


......................


Tiba di hari mereka berdua pulang, Radika dan Senja berkemas jauh sebelum jam terbang mereka.


"sudah semua sayang?"


"udah"

__ADS_1


"jadi mau ke bukit?" Radika


"jadi"


Radika melihat jam tangannya


"ok ini masih keburu sampai nanti malam kita terbang balik ke rumah "


"ok"


"udah nggak ada yang ketinggalan?"


"nggak ada kayaknya udah semua"


"ok"


Mobil yang mereka sewa sudah sampai di depan penginapan, tidak membuang waktu lama, Radika dan Senja langsung menuju lokasi bukit yang sangat Senja ingin kunjungi.


Terpancar raut bahagia di kedua mata Senja. Radika tersenyum melihat istrinya bahagia.


"boleh tanya?"


"tanya apa?" Senja


"are you happy with me?"


"i'm happy"


Radika tersenyum.


"maaf atas semuanya ya, aku janji akan menjaga pernikahan ini"


"I trust you "


Mereka berdua tengah di selimuti perasaan bahagia, mobil melaju dengan kencang namun masih memakan waktu sekita satu jam lebih untuk sampai di lokasi yang Senja inginkan.

__ADS_1


Hamparan sawah dan tebing hijau membentang luas di hadapan Senja dan Radika. Senja menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan dengan perlahan. Begitu asri dan segar, hawa sejuk menerpa bagian terluar dari tubuh mereka berdua.


__ADS_2