Sadari Cintaku

Sadari Cintaku
Part 42


__ADS_3

Senja berjalan bersama Radika di atas karpet merah yang membentang di sepanjang lantai menuju tempat resepsi.


Nuansa berbeda terlihat jelas, dari yang saat akad nikah berhiaskan bunga berwarna putih di mana-mana kini telah berubah total.


Berbagai pernak-pernik pernikahan di sengaja menggunakan warna rose gold agar terkesan mewah dan elegan. Senja mengenakan gaun putih yang sangat cantik, beberapa bagian dibuat terbuka agar menampakkan look yang menawan.


Radika pun tampak berwibawa dengan setelan jas hitam dan kemeja putih, membuat aura seorang pengusaha terpancar jelas di sana.


Mahkota berukuran sedang bertengger indah di atas kepala Senja, menambah keanggunan seorang hakim agung.


Riuh tepuk tangan mengiringi perjalanan kedua mempelai ke atas altar pernikahan.


Melinda dan Cindy tak henti-hentinya memberikan pujian kepada anak-anak mereka yang baru saja resmi menjadi suami-istri. Doa serta harapan mereka panjatkan dalam hati masing-masing.


Cindy tak kuasa membendung air matanya, kenyataan bahwa suaminya telah tiada di sisinya membuat pilu perasaannya saat ini.


Yang seharusnya menemani putrinya menjadi mempelai wanita adalah Ayah dan Bundanya, namun Tuhan tidak meng ijabah keinginan itu, Aditya lebih dulu pergi meninggalkan dunia dan semua isinya.


Istri, anak serta semua hubungan di dunia telah terputus karena kematian.

__ADS_1


Tinggal bagaimana Cindy dan Senja melanjutkan hidupnya tanpa sang Ayah yang dulu selalu bersama.


Serangkaian acara dilaksanakan pada hari ini, semua teman-teman Senja semasa kuliah dan juga teman-teman Radika turut hadir meramaikan pesta pernikahan Senja dan Radika.


Teman sekolah menengah Senja sama saja dengan teman Radika, karena Radika dan Senja satu kelas sejak dari SMP hingga SMA. Itu memudahkan untuk mengundang mereka.


Canda tawa terdengar dimana-mana, raut kebahagiaan di wajah Radika tampak jelas terlihat tapi tidak dengan Senja. Setelah Angel datang menemui Radika di kamarnya beberapa saat sebelum acara, sukses membuat mood Senja kacau.


Sebenarnya tadi semuanya baik-baik saja sampai Angel meminta masuk dan membicarakan sesuatu dengan Radika dan di sanalah awal mula mood yang tidak enak dimulai.


Radika tidak melepas genggaman tangannya kepada Senja, di ujung ruangan terlihat seorang yang juga murung atas pernikahan ini. Rendra, dia amat sangat kesal kepada Radika dan Senja karena mereka menikah atas dasar saling menguntungkan satu sama lain.


Beberapa kali Rio memanggil Rendra dan di kenalkan kepada para teman-teman sesama hakim, karena Rendra bukanlah hakim di wilayah yang sama dengan Rio.


Angel mengawasi Radika dan Senja dari jarak yang lumayan dekat dengan altar. Hal itu membuat Senja tidak nyaman dan sangat ingin pergi dari pelaminan.


Seseorang menepuk pundak Angel dengan sengaja.


"hai Ngel "

__ADS_1


"oh elu datang juga Re?"


Rere adalah teman Angel juga Senja di kelas hukum saat kuliah.


"hmmm bukannya lu sama Radika pacaran?"


"iya lah Radi...." Angel menghentikan perkataannya karena sebelumnya dia telah berjanji akan menjaga rahasia perkawinan kontrak ini


"hm maksud gue, gua udah putus sama dia"


"oh nggak jauh-jauh ya Senja nikahnya sama sahabatnya sendiri"


"iya gua juga nggak nyangka sih"


"eh kesana yuk gabung sama temen-temen kita"


"ok lu duluan aja, gue ke toilet bentar"


Rere melenggang meninggalkan Angel dan bergabung bersama kerumunan orang.

__ADS_1


__ADS_2