
Rendra keluar dari apartemen Angel dua jam setelah dia masuk.
"jika kamu menginginkan aku kamu tahu kan harus kemana?" Angel menelusuri dada Rendra dengan jari telunjuknya
"tentu"
"dah sayang" Angel mencium pipi Rendra sekali lagi sebelum Rendra pergi.
Rendra masuk ke dalam lift bersama seorang pria yang sudah berada di sana lebih dulu
"sudah semua?"
"sudah pak"
"atur penerbangan ku kembali ke Bali hari ini juga"
"baik pak"
Rendra segera kembali setelah menyelesaikan urusannya dengan Angel.
flashback off
"dengan rekaman ini aku bisa mengendalikan Angel jika dia masih macam-macam dengan pernikahan adik-adik ku"
tok...tok...tok...
"masuk" Rendra segera menutup laptopnya, seorang laki-laki berbadan tegap dengan setelan serba hitam, masuk ke ruangan Rendra
"tuan ada hal penting mengenai nona Angel"
"katakan"
"beberapa waktu lalu tuan Rio datang menemui nona Angel"
__ADS_1
"papa?"
"benar tuan"
"ada urusan apa papa menemui Angel?"
Laki-laki itu menyerahkan sebuah ponsel kepada Rendra dan memutarkan video di ruangan VIP sebuah cafe, video itu di rekam dengan ponsel bukan cctv.
"br*****k "
Rendra benar-benar sangat terpukul, kesal, marah juga kaget atas apa yang ayahnya lakukan. Seorang ayah yang sejak dulu menjadi idola anak-anaknya, sekarang bertingkah-laku seperti manusia tidak berpendidikan.
Melakukan hal tidak senonoh di tempat umum, meskipun itu adalah tempat VIP namun masih tergolong umum karena berada di sebuah cafe.
Tangan Rendra mengepal menahan amarahnya.
"keluar" Rendra kini benar-benar sedang marah.
Orang-orang Rendra semuanya keluar dari ruangan Rendra. Rendra sangat marah dan beberapa kali berteriak karena saking kesalnya.
......................
"kamu sangat rindu padaku sayang?" Angel memainkan dasi Rio yang tengah memangku dirinya.
"kamu tahu itu, aku tidak bisa jauh darimu, tinggalkan Radika, jangan ganggu rumah tangga mereka"
"tidak bisa seperti itu sayang... "
"lalu?"
"tidak semudah itu, dia sangat mencintai aku mas"
"Lalu aku? kamu pikir aku tidak mencintaimu?"
__ADS_1
"kamu sudah beristri mas"
"bedanya dengan Radika apa? bahkan istri Radika adalah teman mu sendiri. Tinggalkan Radika, aku akan memberikan kamu lebih dari sebelumnya "
"baiklah mas akan aku usahakan, hmmm kamu menginginkan aku sekarang?"
"tentu saja Angel"
Mereka berciuman kemudian lanjut melakukan hubungan itu.
......................
"bagaimana bisa papa luput dari penyelidikan ku?" Rendra membentak seorang laki-laki yang ternyata bernama Marko. Asisten sekaligus tangan kanan Rendra
"tuan Rio tidak pernah menemui nona Angel sejak kita menyelidiki nona Angel"
"lalu sekarang?"
"saya sudah mencari tahu lagi dan ternyata tuan Rio adalah langganan nona Angel sejak lama, tapi beberapa tahun belakangan tuan Rio tidak lagi menemui nona Angel. Malam itu adalah kali pertama tuan Rio kembali menemuinya"
"selidiki papa ku mulai saat ini, kemana dia kamu harus melaporkan padaku"
"baik tuan"
"pesankan aku tiket pesawat, aku harus pulang sekarang"
"baik tuan"
Marko keluar dari ruangan Rendra. Rendra memejamkan matanya memikirkan sang mama yang telah mentah-mentah dikhianati oleh sang papa.
bagaimana jika mama sampai tahu hal ini. hiks...hiks...hiks... (Rendra)
Rendra tak kuasa menahan air matanya, kelurga yang selalu menjadi prioritas utamanya untuk pulang sekarang seperti tidak berarti lagi. Orang tua adalah idolanya selama hidup di dunia ini tapi sekarang rasanya itu konyol. Mengidolakan seseorang yang dengan sengaja menghianati keluarganya sendiri.
__ADS_1