
Senja masih sibuk dengan pelajarannya, sudah sepi di rumah Senja karena orang tua Senja sedang ke luar negeri.
"ok cukup untuk hari ini" Senja membereskan buku-buku dan laptop kemudian membawanya kembali ke kamar
ceklek ceklek ceklek
"Radika.... buka pintunya astaga ni bocah" Senja menggedor-gedor pintu kamarnya yang di kunci oleh Radika dari dalam.
"Radikaaaaa....."
"apa sih Ja" Radika akhirnya membuka pintu dengan rambut yang acak-acakan, Senja masuk lalu menata buku dan laptop di meja belajarnya.
"capek banget" Senja duduk di tepi ranjang seraya menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Radika ikut duduk di belakang Senja, Radika memeluk Senja dari belakang.
"lu selalu wangi Ja" Radika menyusupkan hidungnya di leher Senja
"lu nggak pulang? udah malem ini"
"enggak gua nginep"
"jangan "
"kenapa?" Radika menaruh dagunya di pundak Senja, Radika memang selalu seperti ini dengan Senja jika sedang ingin di manja oleh Senja
"ya gapapa"
"nggak jelas lu" Radika kembali menyusupkan hidungnya di leher Senja lagi
"Dik jangan kek gini"
"kenapa Ja? bau wangi badan lu selalu jadi favorit gua"
"lu nggak kek gini sama Angel?"
"Angel nggak se wangi lu"
"hm"
"bentar-bentar jangan bilang lu tadi pulang kuliah ninggalin gua karena Angel?"
"iya" jawab Senja dengan senyum konyolnya
"kenapa sih Ja, meskipun gua punya pacar lu tetep prioritas gua Ja"
__ADS_1
"ya kan tadi lu sama Angel bilang mau jalan pulang kuliah"
"ya kan gua udah bilang bakalan pulang bareng lu itu artinya gua bakalan pulang sama lu beneran"
"Angel?"
"dia bisa nunggu gua nganterin lu"
"udah ah udah"
"udah apa?" Radika mengeratkan pelukannya
"lepasin nggak?"
"enggak" Radika semakin erat lagi memeluk Senja
"pulang sana Dik"
"lu sendirian Ja di rumah mana bisa gua balik"
"gapapa"
"kagak pokoknya gua nginep "
"disini aja "
"nggak boleh Dik"
"siapa yang kagak ngebolehin?"
"gua "
......................
"bik tolong bangunin Radika ya di kamarnya ya"
"den Radika nginep disini non?"
"iya bik semalem udah saya suruh pulang tapi dia nggak mau dia bersikeras nginep disini"
"ya bagus non biar si Enon nggak sendirian nyonya sama tuan kan nggak di rumah"
"iya buruan bangunin dia bik"
__ADS_1
"iya non "
Ijah melesat naik ke kamar Radika yang bersebelahan dengan kamar Senja, beberapa kali Ijah mengetuk pintu kamar Radika tapi tidak ada jawaban.
"Aden.... Aden.... den Radika...."
Nihil, tidak ada jawaban, Ijah menuruni tangga kembali ke meja makan melaporkan kepada sang majikan bahwa sang empunya kamar tidak merespon. Senja kemudian mengambil alih tugas yang tadinya di perintahkan nya untuk Ijah.
Senja mengetuk beberapa kali tapi sama tidak ada respon, Senja memutar kenop pintu kamar ternyata tidak terkunci.
"Dik..." Senja menjulurkan kepalanya masuk ke dalam kamar Radika.
"Dika..."
"gua mandi Ja"
"cepetan udah agak siang gua tunggu di meja makan"
"iya" teriak Radika dari dalam kamar mandi
Senja menuruni anak tangga untuk kembali ke meja makan.
"ada non den Radika?"
"ada bik dia lagi mandi"
"oh... pantas saya panggil-panggil tidak menyahut"
Senja Kembali ke kamarnya mengambil barang-barangnya untuk ke kampus hari ini.
ring....ring....ring....
"iya bun, Senja di temenin Radika bun, iya bun gapapa Bunda santai aja, oh gitu ok lah"
Senja masih saja menelepon bunda nya sambil berjalan menuruni tangga, tidak sengaja kaki Senja terpeleset dan hampir saja Senja akan jatuh jika Radika tidak cekatan menggapai tubuh Senja dan menahannya agar tidak sampai terjatuh.
"ah" jerit Senja
"astaga.... iya bun Senja hampir jatuh untung ada Radika bun, ya udah bye Bun...."
"hati-hati kek" gerutu Radika
"makasih...."
__ADS_1