
"kenapa nggak?" Radika mengikuti Senja ke meja untuk menaruh makanan
"mau aku ingetin pernikahan macam apa yang sedang terjadi di antara kita?"
"kalaupun nantinya memang kamu hamil anakku?"
"nggak akan"
"kenapa? kamu istriku, jika aku meminta hak ku sebagai seorang suami itu tidak salah"
"memang tidak salah tapi aku tidak akan memberikan hak mu itu, kita akan bercerai setelah beberapa tahun, aku akan belajar dengan cepat agar kedepannya bisa mengurus perusahaan Ayah"
Radika diam, sebenarnya Radika kesal mendengar perkataan Senja tapi Radika sadar dialah yang membuat pernikahan ini menjadi pernikahan kontrak seperti yang Senja bilang.
Senja sarapan dengan nasi goreng Pattaya karena dirasa hari ini akan penuh dengan tenaga ekstra. Radika juga duduk bersebelahan dengan Senja dan juga ikut sarapan sepiring berdua dengan Senja.
"aaah Dika sarapan sendiri kek tuh masih banyak"
"enggak enakan punya kamu"
Senja tidak menolak lagi toh biasanya juga seperti itu.
Mereka berdua selesai sarapan dan menyiapkan diri masing-masing untuk hal berikutnya. Radika sedang mandi dan meminta Senja menata baju gantinya yang ada di dalam koper.
Senja sudah menata untuk baju ganti Radika, ponsel Radika berdering Senja melirik melihat siapa yang menghubungi Radika.
__ADS_1
"guardian Angel ❤️" Senja
Senja tidak menghiraukan panggilan telepon itu dan meneruskan dirinya untuk bersiap.
Radika sudah selesai dan juga sudah memakai baju pilihan Senja.
Senja mengganti bajunya dengan baju khusus untuk treatment dan make up. Radika melihat Senja kesulitan mengikat tali di belakang punggung Senja dan Radika berinisiatif membantu Senja.
Bukan Radika jika tidak usil kepada Senja. Radika membelai punggung Senja yang polos, seketika tubuh Senja seperti di setrum karena sentuhan Radika.
Radika mencium pundak Senja kemudian berganti mencium punggung Senja, sungguh membuat Senja merinding, Senja meremas kepalan tangannya dengan kuat mencoba menahan dirinya agar tidak terbuai.
Senja memejamkan matanya merasakan tubuhnya yang masih saja di belai oleh Radika. Radika melingkarkan tangannya di pinggang Senja dan membiarkan Radika menjelajahi ceruk lehernya.
Senja tersadar setelah sesaat terbuai menikmati perlakuan Radika.
"Radika lepas" Senja mulai tak nyaman karena Radika terlalu erat memeluknya
"enggak"
"kamu nggak bisa seperti ini lepasin aku"
"kenapa nggak bisa? aku suamimu"
"lepaskan aku Dika"
__ADS_1
"tidak akan"
ring....ring....ring....
Ponsel Radika berbunyi nyaring
"Angel menelepon mu beberapa kali" dan itu sukses membuat Radika melepaskan pelukannya.
......................
Senja sudah selesai di treatment dan akan segera di make up. Melinda berjalan cepat ke kamar Senja membawa satu makan siang untuk menantunya.
"sayang.... kamu harus lunch dulu biar nggak kelaparan nanti ya soalnya ini akan lama dan panjang"
"makan lagi mah?"
"iya sayang Radika mana?"
"ada di kamar mah"
Melinda melesat ke tempat tidur anak dan anak mantunya dan di sana melihat anak laki-lakinya berbaring sambil memainkan ponsel.
"Radika mama bawain makan siang buat kalian kamu tolong suapin Senja kek kukunya baru aja di manicure tuh "
"iya mah"
__ADS_1
Radika beranjak dari kasurnya menemui Senja yang mencoba makan sendiri dengan kedua jari tangannya memegang sendok tapi beberapa kali tumpah dan terjatuh lagi ke piring.