
"tadi kamu ke kantor buru-buru banget? bukannya kamu bilang hari ini nggak ada jadwal sidang?"
"iya semalam asisten ku telfon bilang kalau aku ada jadwal"
"kok aku ngerasa kamu beda sayang?"
"beda gimana?"
"kamu cuek sama aku"
"cuek gimana? bukannya dari dulu juga kayak gini-gini aja "
" hmmm udahlah nggak usah di bahas"
"oke"
"kamu hari ini jadi massage?"
"belum tahu lihat nanti aja"
"ya udah kalau kamu jadi ke salon kabari ya nanti aku antar"
"gapapa nggak usah aku kan bawa mobil sendiri"
"oh gitu ya ok. See you sayang"
"see you"
__ADS_1
"love you "
"love you more" Senja mematikan sambungan teleponnya terlebih dahulu. Senja memijat keningnya, rasanya lelahnya bertumpu di kepala Senja. Hari ini Senja pulang lebih awal dan segera kembali ke apartemennya.
Senja beristirahat setelah membersihkan dirinya, Senja berselancar di dunia maya menggunakan ponselnya. Tapi tak lama berselang Senja malah sudah lelap, mungkin karena saking capeknya.
Satu jam berlalu sejak Senja tidur. Di basemen Radika melihat mobil Senja sudah terparkir di sana.
Senja udah pulang, tumben banget jam segini udah balik dia (Radika)
Cepat-cepat Radika naik ke lantai apartemen miliknya, setelah sampai di dalam Radika mendapati Senja tidur dengan pulas. Wajahnya yang polos tanpa makeup membuat Senja terlihat ayu alami. Radika duduk di tepi ranjang, memandang istrinya yang tengah tidur.
bagaimana aku bisa tega melakukan hal ini pada sahabat ku sendiri. Maafkan aku Ja, entah apa yang aku rasakan padamu saat ini, seperti bukan cinta tapi aku merasa nyaman jika bersama kamu, dan dengan Angel aku seperti merasa lebih apa entahlah aku juga tidak mengerti (Radika)
......................
"Dik"
"kamu bangun sayang?"
"kamu masak apa?"
"aku masak spesial buat kamu"
"tumben"
"gapapa lah sekali-kali biar kamu nggak capek"
__ADS_1
"jangan-jangan kamu habis melakukan kesalahan ya mangkanya baik-baikin aku"
"enggak lah sayang... kamu bisa aja"
Senja sudah tidak menjawab lagi, Senja duduk di kursi di depan meja bar dapur.
"kamu diam-diam aja di sana biar aku melayani kamu sekarang"
Senja mengangguk, tidak lama kemudian Radika datang dengan membawa mangkuk berisi ayam kecap ala Radika.
"hmmmm ayam kecap" Senja menata duduknya senyaman mungkin
"nggak mewah cuma masakan sederhana"
"gapapa yang penting makan"
"aku ambil nasi dulu kamu disini aja"
Radika mengambil satu piring dan menaruh nasi di dalamnya.
"kok cuma satu?"
"sejak kapan butuh dua piring buat kita makan?"
perlakuan Radika yang manis selalu saja membuatku lupa akan kelakuannya di belakang ku, aku mencintai Radika sampai kapanpun, aku selalu berdoa agar hatiku tidak pernah berubah, sesering apapun Radika menyakiti ku jika aku tetap mencintainya maka kata maaf akan selalu terucap dari bibir ku, tapi jika perasaan itu hilang maka mungkin saja aku akan meninggalkan dia. Radika adalah cinta pertama ku, cinta mati ku. Aku berharap Tuhan mau memberikan Radika perasaan padaku agar dia bisa menyadari cintaku. (Senja)
"kamu malah ngelamun, nih aku suapin a"
__ADS_1
Senja membuka mulutnya menerima suapan pertama dari Radika untuknya. Kemudian Radika menyuapkan ke mulutnya sendiri, begitu seterusnya sampai nasi di piring mereka habis.